Naradaily-Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf resmi menutup operasional penyelenggaraan ibadah haji nasional 2026 di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (1/7/2026). Seluruh jemaah haji dipastikan sudah kembali ke Tanah Air.
Penutupan ditandai dengan kepulangan rombongan jemaah dari kelompok terbang (kloter) 116 Debarkasi Surabaya dan kloter 43 Debarkasi Makassar atau Ujung Pandang yang mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, hampir bersamaan. Irfan Yusuf menyatakan cukup puas dengan penyelenggaraan haji perdana yang dikelola Kementerian Haji dan Umrah.
Meski demikian, pemerintah akan melakukan sejumlah evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji 2027, termasuk memperketat syarat istitaah kesehatan guna menekan angka kematian jemaah di tanah suci. “Pemulangan jemaah haji seluruh Indonesia sudah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan kita. Saya berterima kasih kepada semua pihak. Kami mengapresiasi semua pihak yang telah bekerja keras, bahu-membahu membantu kami dalam melaksanakan penyelenggaraan haji tahun ini. Insyaallah, tahun depan kita akan berusaha jauh lebih baik lagi,” ucapnya, dikutip Kamis (2/7/2026).
Sepanjang penyelenggaraan haji 2026, Indonesia memberangkatkan 202.636 jemaah haji reguler yang terbagi dalam 527 kloter. Selain itu, terdapat 16.585 jemaah haji khusus dan 1.016 petugas haji khusus.
Hingga operasional haji ditutup, tercatat 367 jemaah dan satu petugas haji meninggal dunia di Arab Saudi. Sementara itu, 60 jemaah masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
“Kami berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Kementerian Haji ini, sehingga kami bisa bekerja fokus pada pelaksanaan haji,” imbuhnya. Irfan juga memaparkan sejumlah inovasi yang diterapkan pada penyelenggaraan haji tahun ini, antara lain digitalisasi layanan, penurunan biaya haji sebesar Rp2 juta, serta penerapan embarkasi tanpa asrama untuk pertama kalinya di Yogyakarta.
Pemerintah juga akan memberikan santunan asuransi kepada jemaah yang meninggal dunia sebesar biaya perjalanan ibadah haji. (sic)