Naradaily-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemerintah masih memfokuskan upaya penanganan banjir serta pemenuhan kebutuhan dasar warga, menyusul lebih dari 1.600 penduduk Jakarta yang hingga kini masih mengungsi akibat banjir di sejumlah wilayah ibu kota.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Minggu, mengatakan banjir yang dipicu hujan deras sejak Kamis (22/1/2026) berdampak pada 20 kelurahan di enam kecamatan. “Sedikitnya 585 kepala keluarga atau 1.623 jiwa terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian,” kata dia.
Abdul menjabarkan, pengungsian di Jakarta Timur tersebar di Mushala Al Islah dan Saung Lapangan Tenis RW 03 Kelurahan Cawang, Aula Kelurahan Bidara Cina, Masjid Al Abror RW 11, Gedung SKKT RW 11 di Kelurahan Bidara Cina, serta SDN Kampung Melayu 01 dan 02 dan Masjid Jami Ittihadul Ikhwan di Kelurahan Kampung Melayu.
Sementara itu, pengungsian di Jakarta Barat berada di empat kelurahan, yakni Rawa Buaya, Kembangan Selatan, Kembangan Utara, dan Duri Kosambi. Lokasi pengungsian memanfaatkan masjid, mushala, balai warga, sekolah dasar, hingga fasilitas perkantoran, dengan jumlah pengungsi terbanyak tercatat di SDN 07 Rawa Buaya dan sejumlah sekolah lainnya. Adapun di Jakarta Utara, pengungsi berada di Gang Masjid Nurul Jannah RW 02, Kelurahan Kapuk Muara.
“Kebutuhan dasar pengungsi juga dipastikan terpenuhi selama berada di lokasi pengungsian, meliputi makanan siap saji, air bersih, pakaian, layanan sanitasi, dan kebutuhan lainnya,” ujar Abdul.
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan BPBD Jakarta, kondisi genangan pada Minggu (25/1) pagi mulai menunjukkan perbaikan. Sejumlah titik banjir telah surut, di antaranya di Kelurahan Cililitan, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara. Namun, masih terdapat 14 RT yang tergenang di Jakarta Timur dan Jakarta Utara dengan tinggi muka air berkisar 30 hingga 80 sentimeter.
Genangan tertinggi terpantau di Kelurahan Kampung Melayu akibat luapan Sungai Ciliwung yang menyebabkan air setinggi 80 sentimeter menggenangi permukiman warga. Tim petugas gabungan yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jakarta dipastikan masih berada di lokasi untuk memantau proses penyedotan genangan, pembersihan saluran air, serta memastikan fungsi drainase berjalan optimal bersama aparat wilayah setempat. (kom)