Naradaily-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra telah mencapai 1.200 jiwa hingga Senin (20/1). Bencana tersebut terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November tahun lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Rabu (21/1/2026), mengatakan angka korban meninggal bertambah setelah adanya laporan satu korban jiwa dari Kabupaten Aceh Tengah, Aceh.
“Selain korban meninggal, hingga saat ini tercatat sebanyak 143 orang masih dinyatakan hilang,” kata Abdul.
BNPB melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) juga melaporkan jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa. Para pengungsi tersebut tersebar di berbagai wilayah yang terdampak banjir dan longsor.
Menurut Abdul, jumlah pengungsi bersifat dinamis dan terus berubah seiring berjalannya proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai dilakukan di sejumlah daerah.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait terus mengoptimalkan upaya penanganan darurat untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak, khususnya kelompok rentan.
“Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.
Kata kunci: