Naradaily-Dua warga sipil terkena peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat (Sumbar). Insiden tersebut kini menjadi perhatian TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang langsung turun tangan melakukan investigasi untuk mengungkap sumber proyektil peluru.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, proses penyelidikan masih berlangsung. Investigasi dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan dengan melibatkan Polda Sumbar. Menurut Donny, keterlibatan kepolisian bertujuan memastikan proses pembuktian berjalan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
“Terkait sumber proyektil yang menyebabkan luka pada korban, kami perlu menegaskan bahwa hingga saat ini proses investigasi masih berlangsung,” ujar Brigjen Donny, dikutip Kamis (4/6/2026). Ia menegaskan, TNI AD tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh fakta, data teknis, dan hasil pemeriksaan lapangan terkumpul secara lengkap.
Karena itu, proses investigasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Meski demikian, TNI AD memastikan akan mengambil tindakan tegas apabila nantinya ditemukan adanya unsur kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan maupun dari personel yang terlibat.
“Apabila hasil investigasi nantinya menunjukkan adanya kelalaian dalam penyelenggaraan kegiatan atau kelalaian personel TNI AD, institusi akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai ketentuan hukum, prosedur militer dan prinsip pertanggungjawaban yang berlaku,” janjinya. Di tengah proses penyelidikan, TNI AD memastikan kedua korban telah mendapatkan penanganan medis.
Kodam terkait bergerak cepat memberikan bantuan agar korban memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal. Donny mengungkapkan kondisi kedua korban saat ini telah stabil setelah menjalani tindakan medis dan operasi oleh tim dokter.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, tindakan medis telah dilakukan secara cepat dan kondisi kedua korban saat ini berada dalam keadaan stabil pascapenanganan dan operasi yang dilaksanakan oleh tim medis,” ucapnya. Selain menangani korban, TNI AD juga mengevaluasi menyeluruh terhadap prosedur keamanan latihan, termasuk kondisi lapangan tembak, sistem pengamanan area, serta mekanisme mitigasi risiko.
Langkah tersebut dilakukan karena insiden peluru nyasar di Kampus UNP terjadi bertepatan dengan kegiatan latihan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang. Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang berkaitan dengan lokasi investigasi kini dihentikan sementara.
“Sebagai bentuk kehati-hatian, penggunaan fasilitas lapangan tembak yang terkait dengan lokasi investigasi telah dihentikan sementara sampai seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi selesai dilakukan,” tegasnya. (sic)