Naradaily-Sebanyak lima siswa SMP Negeri 19 Kota Tangerang Selatan, Banten, telah menjalani pemeriksaan terkait dugaan kasus perundungan terhadap MH (13). Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi proses penyelidikan yang tengah berjalan.
“Kemarin itu ada lima atau empat orang. Sebelumnya sudah dipanggil juga pada hari Sabtu,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel, Deden Deni, di Tangerang, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa seluruh siswa yang memiliki informasi mengenai dugaan perundungan dimintai keterangan, dan proses ini akan terus berlanjut hingga fakta sesungguhnya terungkap. Selain siswa, tenaga pendidik juga turut diperiksa sebagai bagian dari pendalaman kasus.
“Semua anak yang punya informasi, kemarin dimintai keterangan. Dan akan terus berlanjut barangkali sampai menemukan fakta yang sesungguhnya,” katanya. Deden menambahkan, “Jadi kami kemarin juga berdamping anak-anak sama teman-teman guru.”
Dalam proses hukum yang melibatkan anak, pihak sekolah memberikan kelonggaran agar mereka tetap dapat mengikuti kegiatan belajar. Pemenuhan hak pendidikan tetap menjadi prioritas, termasuk memberikan opsi pembelajaran daring.
“Dan hari ini kami kasih pilihan sekolah pake zoom,” ujar Deden. Ia juga memastikan bahwa bantuan hukum serta konseling psikologis tetap diberikan kepada anak terduga pelaku.
Sementara itu, Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Daniel Henry Inkiriwang, menegaskan bahwa pihaknya sejak awal telah memulai penyelidikan meski belum ada laporan resmi dari keluarga korban.
“Kami berinisiatif dari awal dari tanpa adanya laporan polisi maupun keterangan dari orang tua korban,” jelasnya.
Victor mengungkapkan bahwa hingga kini enam saksi telah dimintai keterangan, termasuk keluarga korban dan pihak sekolah. Jumlah saksi disebut kemungkinan besar akan bertambah seiring berjalannya penyidikan. “Kemungkinan untuk jumlah saksi masih akan bertambah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa penyidik juga akan memeriksa saksi ahli dari rumah sakit yang menangani korban, mengingat ada beberapa fasilitas kesehatan yang lebih dulu memberikan penanganan sebelum korban dibawa ke RS Fatmawati.
“Karena ada rentetannya. Sebelum di dokter Fatmawati juga, ada rumah sakit juga yang menangani secara awal,” ujar Victor. (kom)