Naradaily-Sejumlah pemukiman warga di Pangandaran terendam banjir akibat Sungai Citanduy meluap. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Citanduy meluap dan merendam sejumlah permukiman warga.
Akibatnya, ratusan rumah, area persawahan, dan akses jalan di dua kecamatan terendam banjir, membuat sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Kalipucang dan Padaherang.
Akses jalan provinsi yang menghubungkan Pangandaran–Pelabuhan Majingklak terendam air dengan ketinggian mencapai 20 hingga 30 sentimeter. Warga yang melintas pun harus berhati-hati dan sebagian memilih berjalan kaki.
Data sementara dari BPBD Kabupaten Pangandaran mencatat, sedikitnya 181 rumah di dua kecamatan tersebut terdampak banjir. Selain merendam rumah warga, genangan juga melumpuhkan aktivitas pertanian dan transportasi di sekitar lokasi.
Sejumlah warga memilih mengungsi ke rumah sanak saudara hingga situasi kembali aman. Salah satu warga Kalipucang, Anang, mengatakan banjir terjadi akibat debit air Sungai Citanduy yang terus meningkat setelah hujan deras beberapa hari terakhir.
Ia menuturkan, peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi di wilayahnya. “Air mulai merendam jalan dan pemukiman sejak tiga hari lalu akibat luapan Sungai Citanduy. Karena tidak ada tanggul pengaman, air langsung meluap ke jalan dan rumah warga. Kendaraan besar masih bisa melintas, tetapi yang kecil sudah tidak bisa,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Camat Padaherang, Hikmat Priatna, mengungkapkan banjir yang merendam dua desa di wilayahnya membuat sebagian warga harus mengungsi. Pihaknya bersama TNI dan Polri telah turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga dan menyalurkan bantuan.
“Kami dari pemerintah desa dan kecamatan bersama TNI/Polri melakukan peninjauan di Desa Sukanagara dan Ciganjeng. Ada warga yang mengungsi dan ada juga yang masih bertahan di rumah masing-masing. Kami imbau semua warga tetap waspada,” imbuhnya.
Petugas BPBD, TNI, dan Polri kini masih bersiaga di lokasi untuk melakukan penilaian kerusakan dan pemantauan kondisi air. Warga diminta tetap siaga menghadapi potensi hujan susulan yang dapat memperparah genangan di wilayah terdampak. (sic)