Naradaily-Banjir setinggi 50 sentimeter melanda Jalan Raya Bekasi Timur di dekat Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, pada Kamis. Genangan air merendam seluruh badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang di kawasan tersebut.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Cipinang Besar, Jatinegara, Eko mengatakan banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sejak pagi hari. “Drainase normal, karena hujan tinggi jadi banjir,” kata Eko di Jakarta Timur.
Dari pantauan di lokasi, kendaraan hanya dapat melintas perlahan di sisi kanan jalan untuk menghindari mogok akibat terendam air. Pengendara bahkan terpaksa menggunakan jalur bus Transjakarta karena sisi kiri jalan tidak dapat dilalui akibat genangan banjir.
Petugas PPSU Kelurahan Cipinang Besar tampak sibuk mengatur lalu lintas sekaligus membersihkan saluran air di sekitar lokasi banjir. Eko menyebutkan bahwa petugas terus bersiaga agar kemacetan bisa dilerai dan genangan dapat segera surut.
“Kami dikerahkan untuk tangani banjir, tanah longsor dan saluran air,” ujar Eko.
Ia memastikan, jika hujan sudah reda dan berhenti, banjir di Jalan Raya Bekasi Timur akan segera surut. Menurutnya, ketinggian air yang mencapai 50 sentimeter tersebut murni disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dalam waktu cukup lama.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa banjir pada Kamis siang meluas ke sejumlah wilayah di ibu kota. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir menggenangi sedikitnya 12 Rukun Tetangga (RT) dan 17 ruas jalan.
“Ketinggian air berkisar 30-50 sentimeter,” kata Mohamad Yohan di Jakarta.
Hingga pukul 13.00 WIB, BPBD DKI Jakarta mencatat jumlah wilayah terdampak meningkat menjadi 14 RT dan 18 ruas jalan yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.
Di Jakarta Barat, banjir merendam 14 RT yang tersebar di Kelurahan Kapuk dengan ketinggian 30 cm, Kelurahan Kedaung Kali Angke sebanyak delapan RT dengan ketinggian 45 hingga 50 cm, Kelurahan Rawa Buaya tiga RT dengan ketinggian 30 cm, serta Kelurahan Sukabumi Selatan dua RT dengan ketinggian mencapai 90 cm. Seluruh genangan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 18 ruas jalan di berbagai wilayah Jakarta. Di antaranya Jalan Gaya Motor Raya, Jalan Gaya Motor 1, Jalan Gaya Motor 2, dan Jalan Gaya Motor 3 di Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara, dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 cm. Genangan juga terjadi di Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Fly Over Pesing, Jalan Peternakan 2, Jalan Gotong Royong, serta Jalan Manyar 1 di Jakarta Barat.
Di Jakarta Selatan, banjir merendam Jalan Pulo Raya IV di Kelurahan Petogogan, Jalan Pondok Karya Komplek di Kelurahan Pela Mampang, Jalan Kemang Utara IX di Kelurahan Bangka, serta Jalan Jati Padang Baru dengan ketinggian air antara 10 hingga 50 cm. Sementara di Jakarta Timur, genangan terjadi di Jalan Taruna Pahlawan Revolusi, Kelurahan Pondok Bambu, dengan ketinggian sekitar 10 cm.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih berpotensi tinggi di sejumlah wilayah Jakarta. (kom)