Naradaily–Ahli kesehatan yang juga Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020, Prof. Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap keluhan batuk berkepanjangan selama masa liburan tahun baru. Ia menegaskan bahwa batuk selama dua pekan atau lebih tidak boleh dianggap hal biasa, terutama di tengah keramaian liburan.
“Kalau ada keluhan batuk berkepanjangan, maka gunakan masker saat berada di tempat umum, khususnya di masa liburan yang penuh orang, dan kalau memang batuk selama dua atau tiga minggu lebih, maka segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan,” kata Tjandra saat dihubungi di Jakarta, Jumat (2/1/2026)
Menurut dia, batuk yang berlangsung selama dua pekan atau lebih dan tidak membaik meskipun sudah diobati dengan obat batuk biasa dapat menjadi pertanda tuberkulosis (TB). Biasanya, batuk pertanda TB disertai dahak kental berwarna kuning atau hijau, kadang bercampur darah, serta gejala lain seperti penurunan berat badan dan keringat malam.
Pemeriksaan dini terhadap gejala TB, termasuk batuk, dinilai penting agar pasien mendapatkan penanganan yang tepat sekaligus mencegah penyebaran penyakit tersebut ke masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa bila seseorang dinyatakan positif TB, maka wajib minum obat secara teratur hingga sembuh.
“Untuk pasien TB, ingatlah untuk selalu makan obat setiap hari dengan teratur, walaupun di tengah masa liburan, seperti sekarang,” tutur Tjandra.
Pada masa libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Kesehatan DKI Jakarta turut menyiagakan sejumlah layanan kesehatan bagi masyarakat. Sebanyak 44 puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) disiapkan untuk melayani warga yang membutuhkan.
Selain layanan tersebut, Dinas Kesehatan DKI juga membuka posko layanan kesehatan di stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, serta berbagai tempat wisata selama libur akhir tahun. Posko-posko tersebut menyediakan layanan pemeriksaan sebagai bagian dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) paket cepat, yang mencakup beberapa skrining mandiri seperti kesehatan jiwa, tuberkulosis, aktivitas merokok, dan aktivitas fisik.
Layanan lain yang disediakan meliputi skrining status gizi, tekanan darah, gula darah sewaktu, konseling edukasi, serta anamnesa PPOK dan kanker paru. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan tersebut, terutama bila mengalami gejala penyakit yang tidak kunjung membaik pada masa liburan. (kom)