Naradaily-Banjir yang menggenangi kawasan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, menyebabkan arus lalu lintas lumpuh pada Kamis pagi. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat sejak Rabu (28/1) malam hingga Kamis dini hari membuat Kali Mookervart meluap dan air menggenangi badan jalan.
Genangan banjir terjadi di kedua arah, baik dari Cengkareng menuju Grogol di sekitar Samsat Jakarta Barat maupun dari arah sebaliknya. Kondisi ini membuat kendaraan kesulitan melintas dan memicu kemacetan parah di sepanjang ruas jalan tersebut.
Ketinggian air di sekitar Halte Jembatan Gantung mencapai sekitar 30 sentimeter, sementara genangan di kawasan Halte Transjakarta Taman Kota terpantau setinggi 15 sentimeter. Akibatnya, pengendara roda dua dan roda empat terpaksa menghindari jalur dengan genangan terdalam.
Namun, tingginya volume kendaraan menyebabkan penumpukan di lajur yang lebih rendah. Di depan Apartemen Victoria, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus dengan menggunakan jalur busway arah Grogol demi menghindari banjir.
Sementara itu, di jalur sebaliknya, antrean kendaraan mengular hingga sekitar 5,5 kilometer, mulai dari Halte Pulo Nangka sampai kawasan dekat Gedung Mayora, Kalideres. Kemacetan semakin parah di perempatan lampu merah Cengkareng, memaksa banyak pengendara motor memilih berputar balik, melawan arus, dan mencari jalur alternatif.
Kondisi tersebut membuat lalu lintas di Jalan Daan Mogot lumpuh total, dengan kendaraan nyaris tidak dapat bergerak akibat genangan banjir dan kepadatan arus lalu lintas. (kom)