Naradaily-Duta Besar China untuk ASEAN Wang Qing mengatakan kerja sama China dan ASEAN saat ini difokuskan pada sejumlah sektor strategis yang menjadi perhatian bersama, antara lain ekonomi digital, energi, hingga kecerdasan artifisial (AI).
“Saat ini, China dan ASEAN punya perhatian lebih terhadap ekonomi digital, ekonomi hijau, dan proyek-proyek energi,” kata Dubes Wang dalam pertemuan dan dialog bersama media dan wadah pemikir di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Kerja sama dengan ASEAN di sektor tersebut, lanjut Wang, didukung dengan Rencana Pembangunan Lima Tahun ke-15 China periode 2026-2030, yang menekankan transisi energi dan pembangunan teknologi sebagai salah satu fokus pembangunan nasional China.
Selain ekonomi digital, Wang menilai pengembangan di sektor AI dan inovasi teknologi memberikan peluang baru bagi kerja sama antara China dan ASEAN.
Dia juga melihat potensi perluasan kerja sama dalam proyek-proyek konektivitas, seperti yang telah terlaksana dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, serta di sektor industri dan manufaktur.
Dengan keunggulan teknologi yang dimiliki, China ingin membantu ASEAN untuk mengembangkan sektor tersebut. Terlebih, Wang melihat bahwa negara-negara ASEAN saat ini ingin memperluas kapasitas industri dan manufaktur.
“Kita dapat mencari kecocokan dan menyinergikan strategi kita,” kata Dubes Wang sembari menekankan pentingnya dialog dan komunikasi antara China dan ASEAN untuk menjajaki sektor kerja sama baru yang dapat dilakoni.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa krisis energi yang dipicu perang di Timur Tengah dapat memberi momentum untuk menguatkan kerja sama di bidang transisi energi.
Meskipun mengakui China juga terdampak akibat penutupan Selat Hormuz, Wang mengatakan bahwa negaranya berada di posisi yang lebih baik untuk mengatasi tantangan yang dihadapi kali ini.
Menurut dia, China selama ini terus mendorong transisi menuju energi terbarukan melalui pemanfaatan tenaga surya, air, dan angin.
Wang menyebut salah satu sektor energi yang dapat dikolaborasikan bersama ASEAN adalah pengembangan sistem penyimpanan energi yang lebih baik, karena salah satu isu dalam pemanfaatan energi ramah lingkungan adalah kestabilan pasokan.
Dia juga mengungkapkan keterbukaan China untuk berkolaborasi dalam memastikan pasokan energi terbarukan semakin stabil dan dapat diandalkan, dengan harga lebih terjangkau dan semakin dapat diterima industri. (kom)