Naradaily-Gelombang panas di Eropa bukan lagi sekadar kabar cuaca ekstrem. Suhu tinggi sejak akhir Juni telah memicu lonjakan kematian di sejumlah negara.

Angka resmi belum lengkap, tetapi korban yang dilaporkan terus bertambah. Melansir Anadolu Agency, Kamis (2/7/2026) melaporkan, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mencatat lebih dari 1.300 kematian berlebih di Eropa sejak 21 Juni.

Kematian berlebih berarti jumlah kematian yang melampaui angka normal pada periode yang sama. Angka itu kemungkinan belum final.

Tidak semua negara Eropa sudah menerbitkan data resmi. Laporan tambahan juga terus masuk setelah pernyataan WHO disampaikan.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan melalui platform X, bahwa suhu tinggi telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian berlebih di Eropa sejak 21 Juni. Spanyol menjadi salah satu negara yang paling terpukul.

Sistem pemantauan kematian harian Kementerian Kesehatan Spanyol mencatat 1.028 kematian pada Juni terkait suhu tinggi. Angka itu melampaui rekor Juni sebelumnya, yakni 1.000 kematian pada 2017.

Di Prancis, badan kesehatan masyarakat mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dibanding bulan-bulan sebelumnya. Data itu masih awal dan kemungkinan bertambah. Lonjakan kematian di Prancis tampak jelas pada pekan terpanas.

Lebih dari 1.200 kematian dari semua penyebab tercatat pada 24 Juni. Pada 25 dan 26 Juni, jumlahnya melampaui 1.400 kematian per hari, menurut laporan BFMTV.

“Sebagai perbandingan, sekitar 900 hingga 1.000 kematian per hari tercatat pada April dan Mei,” kata badan kesehatan Prancis. Italia juga mencatat korban.

Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Henri Kluge mengatakan, lima orang meninggal dalam 24 jam akibat panas ekstrem. Jika digabung dengan sedikitnya lima kematian lain yang dilaporkan pekan sebelumnya, korban terkait panas di Italia diperkirakan sudah melampaui 10 orang.

Belgia belum mengeluarkan angka resmi nasional. Namun, RTL melaporkan rumah-rumah duka mulai mencatat kenaikan jumlah kematian.

RTBF juga melaporkan sekitar 22 kematian tercatat di kota Liege selama gelombang panas. Otoritas belum memastikan apakah semua kematian itu langsung terkait suhu tinggi.

Di Jerman, Tagesschau melaporkan jumlah kematian pada akhir pekan panas mencapai sekitar empat kali lipat dari kondisi normal. Cologne mencatat 120 kematian.

Distrik Mettmann mencatat 45 kematian. Kota Leverkusen melaporkan 19 kematian. Data lainnya, melansir harian Die Welt, Asosiasi Penyelamatan Jiwa Jerman menyebut sedikitnya 26 orang tenggelam saat berenang pada akhir pekan.

Di Romania, cuaca ekstrem juga menelan korban. Melansir Digi24, badai keras yang terjadi di tengah suhu tinggi menewaskan satu orang setelah pohon tumbang menimpa mobil yang ditumpanginya. (sic)