Naradaily-Lionel Messi menghadiri pemakaman ayahnya, Jorge Messi, di Argentina, Minggu (9/8/2026) waktu setempat. Jorge Messi meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah berjuang melawan kanker.
Messi tiba di Argentina menggunakan pesawat pribadi dari Miami, Amerika Serikat (AS), pada Sabtu (8/8/2026) malam. Ia datang bersama istrinya, Antonela Roccuzzo, dan anak-anak mereka.
Upacara pemakaman digelar secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga dekat serta sejumlah rekan Messi di tim nasional Argentina. Prosesi berlangsung di pemakaman El Prado, Kota Perez, yang berada tidak jauh dari Rosario.
Sejumlah penggemar juga datang ke sekitar lokasi pemakaman untuk memberikan dukungan kepada Messi dan keluarganya. Pagar pemakaman dipenuhi pesan tulisan tangan, di antaranya “Tetap kuat, Leo, kami mencintaimu” dan “Tetap kuat, keluarga Messi”.
Kepergian Jorge Messi membuat sejumlah rekan Messi memberikan dukungan kepada kapten tim nasional Argentina tersebut. Gelandang Boca Juniors Leandro Paredes mengatakan kehadiran rekan-rekan Messi di Argentina dapat memberikan dukungan moral bagi pemain berusia 39 tahun tersebut.
“Pastinya akan baik baginya jika kami berada di sana,” kata Paredes, melansir AFP, Senin (10/8/2026). Gelandang Rodrigo De Paul, yang merupakan salah satu sahabat dekat Messi sekaligus rekan setimnya di Inter Miami, juga dilaporkan terbang ke Argentina.
De Paul sebelumnya memberikan penghormatan kepada Jorge Messi setelah mencetak gol untuk Inter Miami saat menghadapi Monterrey dalam laga Piala Liga, Sabtu (8/8/2026). Setelah mencetak gol, De Paul melepas seragam pertandingan dan memperlihatkan jersey nomor 10 milik Messi yang dikenakannya di balik seragam.
Penyebab kematian Jorge Messi tidak diumumkan secara resmi. Namun, media lokal melaporkan bahwa ayah Messi tersebut telah lama menderita kanker.
Ketidakhadiran Jorge Messi saat putranya memperkuat Argentina di Piala Dunia pada Juni 2026 sebelumnya juga menjadi perhatian. Keluarga Messi sempat meminta media memberikan ruang dan menjaga privasi selama turnamen di tengah berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatan Jorge.
Messi juga sempat menunjukkan emosinya saat membela Argentina. Setelah mencetak gol melawan Aljazair, Messi yang berusia 39 tahun terlihat menangis dan mengakui tengah menghadapi persoalan di luar sepak bola.
“Saya melewati beberapa hari yang sulit dan rumit,” ujar Messi ketika itu. Namun, ia mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan delegasi Argentina dan rekan-rekan setimnya.
Setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia, Messi langsung kembali ke Rosario untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Jorge merupakan sosok penting dalam perjalanan karier Messi.
Ia menjadi pelatih pertama putranya dan mendampingi Messi sejak masih kecil. Jorge bekerja sebagai pekerja logam di Rosario, sekitar 340 kilometer sebelah utara Buenos Aires. Ia juga menangani sejumlah tim usia muda di klub lokal Grandoli.
Jorge memperkenalkan sepak bola kepada Messi ketika sang anak masih berusia empat tahun. Messi ketika itu bermain di lapangan terbuka bersama anak-anak lain di lingkungan tempat tinggalnya.
Kehidupan keluarga Messi berubah pada 2000 ketika Barcelona mengundang Messi yang saat itu berusia 13 tahun untuk melanjutkan pengobatan gangguan hormon pertumbuhan sekaligus bergabung dengan tim usia muda klub tersebut. Jorge kemudian meninggalkan pekerjaannya di Argentina, istri, dan tiga anaknya yang lain untuk menetap di Spanyol bersama Messi.
“Ketika kami tiba di Barcelona, saya biasa mengunci diri di kamar untuk menangis sendirian, dan ayah saya juga melakukan hal yang sama. Kami berpura-pura baik-baik saja, padahal kami sedang berjuang,” kata Messi dalam sebuah wawancara.
Selain mendampingi Messi sejak kecil, Jorge kemudian menjadi agen putranya dan menangani negosiasi kontrak Messi bersama Barcelona, Paris Saint-Germain, hingga Inter Miami. Ucapan belasungkawa mengalir dari dunia sepak bola setelah kabar meninggalnya Jorge Messi.
Sejumlah klub yang pernah dibela Messi serta Federasi Sepak Bola Spanyol turut menyampaikan simpati. Asosiasi Sepak Bola Argentina juga menginstruksikan penghormatan satu menit sebelum pertandingan serta penggunaan pita hitam pada pertandingan di seluruh kelompok usia selama sepekan. (sic)