Naradaily-Desa adat Sade yang ada di NTB menghitam, usai terjadi kebakaran hebat, Minggu (23/8/2026). Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Kebudayaan mendorong seluruh kampung adat di wilayahnya menerapkan sistem perlindungan bencana.
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian warisan budaya dari potensi musibah kebakaran hingga bencana alam. Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menyoroti kerentanan fisik kawasan heritage yang mayoritas menggunakan material tradisional mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan atap ilalang.
“Kampung adat seharusnya punya sistem perlindungan bencana yang tidak hanya untuk kebakaran, tetapi juga gempa bumi dan hujan lebat,” ujar Ihwan kepada media, dikutip Senin (24/8/2026). Ihwan menegaskan pelestarian kawasan cagar budaya tidak hanya sekadar mempertahankan fisik bangunan dan suasana tradisional.
Kawasan tersebut dinilai mendesak untuk dilengkapi dengan infrastruktur mitigasi modern, mulai jaringan pipa air (fire hydrant) hingga sistem alarm peringatan dini. “Kampung adat memiliki kerentanan terhadap api, maka kampung adat harus punya jalur-jalur pipa untuk air. Kampung Adat Sade sekarang tidak ada pipa untuk air,” ungkapnya.
Ihwan menekankan bahwa Kampung Adat Sade memegang peranan vital bagi identitas kebudayaan NTB. Kawasan ini tidak hanya menyimpan arsitektur rumah khas Suku Sasak, tetapi juga merawat tradisi tenun serta kearifan lokal yang masih dihidupi masyarakatnya.
Guna menjaga nilai sejarah tersebut, Dinas Kebudayaan NTB berkomitmen untuk mempertahankan keaslian kawasan Sade dalam proses rekonstruksi ulang pascabencana. “Mereka kalau bisa tinggal di tempat lain, tapi kampung ini dipertahankan sebagai sebuah dusun adat dengan kehidupan tradisional yang dipertahankan,” pungkas Ihwan.
Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Kampung Adat Sade pada Sabtu (22/8/2026) malam sekitar pukul 22.00 WITA. Api yang diduga muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan sekitar akibat konstruksi bahan yang mudah terbakar.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, sebanyak 89 rumah warga dilaporkan mengalami rusak berat. Kobaran api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Minggu pagi sekitar pukul 05.00 WITA setelah tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman sepanjang malam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. (sic)