Naradaily-Harga Bitcoin kembali gagal menembus level psikologis 80 ribu dolar AS, meskipun sempat mendekati angka tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar kripto masih berada dalam fase yang rentan terhadap koreksi.
Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin sempat menyentuh kisaran di atas 79 ribu dolar AS sebelum akhirnya kembali melemah ke bawah level tersebut. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang membuat investor lebih berhati-hati dalam menempatkan dana pada aset berisiko.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto juga mengalami penurunan sekitar 1 persen dalam 24 jam terakhir, menjadi sekitar 2,59 triliun dolar AS. Penurunan ini tidak hanya dipicu oleh faktor teknikal, tetapi juga oleh kombinasi tekanan geopolitik dan kondisi makroekonomi global.
Analis menilai bahwa penguatan dolar AS serta kenaikan harga minyak turut memengaruhi minat investor terhadap aset kripto. Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga tekanan jual di pasar kripto meningkat.
Selain itu, volatilitas tinggi pada pergerakan harga Bitcoin juga menjadi faktor yang mempercepat koreksi. Likuidasi besar di pasar derivatif, yang mencapai ratusan juta dolar, turut memperkuat tekanan penurunan harga dalam jangka pendek.
Tidak hanya Bitcoin, sejumlah aset kripto lain seperti Ethereum, XRP, hingga Solana juga mengalami pelemahan. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen negatif terjadi secara menyeluruh di pasar kripto.
Meski demikian, analis melihat bahwa kondisi ini masih tergolong wajar sebagai bagian dari fase konsolidasi pasar. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tertentu, peluang untuk kembali menguat masih terbuka, meskipun risiko koreksi tetap membayangi. Gagalnya Bitcoin menembus level 80 ribu dolar menjadi sinyal bahwa pasar kripto masih belum stabil. Di tengah tekanan global dan volatilitas tinggi, investor diharapkan tetap berhati-hati dalam menghadapi pergerakan pasar yang dinamis. (Syafa)