Naradaily-Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa subsektor musik memiliki peran strategis dalam mempercepat perkembangan ekonomi kreatif nasional. Usai menghadiri konser perayaan 25 tahun perjalanan musikal Andien di Jakarta pada Sabtu malam, Irene menyampaikan bahwa musik bukan hanya hiburan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
“Musik adalah jembatan kolaborasi. Di panggung seperti ini kita melihat pertemuan talenta, teknologi, dan kreativitas lintas disiplin yang menghasilkan nilai ekonomi,” kata Irene dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu (16/11/2025).
Ia menilai konser berskala besar menjadi indikator penting ketangguhan ekosistem kreatif Indonesia. Rangkaian produksi mulai dari karya musik, desain panggung, tata artistik, fesyen, teknologi pertunjukan, hingga manajemen intelektual menunjukkan rantai nilai kreatif yang terhubung dan terus berkembang.
Irene menegaskan bahwa keberhasilan sebuah konser merupakan bukti nyata bagaimana musik mampu menggerakkan nilai ekonomi, sosial, dan budaya secara bersamaan. Ia juga kembali menyoroti pentingnya kolaborasi hexahelix antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, akademisi, media, dan mitra internasional sebagai fondasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global.
Untuk mendorong percepatan sektor musik, Kementerian Ekraf terus memperkuat berbagai inisiatif strategis, mulai dari peningkatan kompetensi pelaku kreatif, penguatan rantai pasok, hingga kolaborasi lintas sektor dan kemitraan global sebagai bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045.
“Inilah ekosistem kreatif yang ingin kita bangun. Kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dan peningkatan kapasitas pelaku kreatif, kita membuka peluang yang lebih besar bagi talenta Indonesia untuk naik kelas dan menembus pasar internasional,” ujar Irene.(kom)