Naradaily-Acha Septriasa mengaku mengalami pecah pembuluh darah di wajah saat mendalami adegan emosional dalam film Suamiku Lukaku. Kondisi itu dialaminya ketika memerankan karakter Amina, seorang istri yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Acha mengatakan proses syuting yang menuntut pengulangan adegan berkali-kali membuat tubuhnya ikut merasakan dampak secara fisik. Ia mengungkapkan beberapa adegan emosional harus diulang hingga puluhan kali demi mendapatkan hasil terbaik.
“Ketika udah take satu, take dua, dan pasti shot-nya kan lebih dari tujuh lah ya, akhirnya kan ulang 20 kali tuh. Itu sampai pembuluh darah saya tuh di muka pecah-pecah gitu. Itu enggak tahu karena stres atau karena saya juga kepikiran,” ujar Acha dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, wajahnya sempat dipenuhi bercak merah setelah menjalani adegan berat tersebut. Awalnya ia mengira kondisi itu disebabkan alergi makeup, namun ternyata akibat pecahnya pembuluh darah di area wajah.
“Saya pikir alergi makeup, tapi ternyata itulah semua pembuluh darah di muka saya pecah udah kayak sapu lidi satu muka tuh isinya merah-merah. Jadi ternyata ketika kita akting pun karena kita melakukannya dengan jujur akhirnya efeknya juga ke badan juga,” imbuh dia.
Tak hanya berdampak pada kondisi fisik, Acha juga mengaku pendalaman karakter Amina memengaruhi kondisi mentalnya selama proses produksi film berlangsung.
“Kalau secara mental ya pastinya tetap ada rasa hopeless-nya ya, kayak saya pengen aja setiap adegan yang terlahirkan di film ini tuh bisa benar-benar nantinya menyentuh hati yang nonton sebagai hiburan juga sebagai entertainment,” ujar dia.
“Tapi juga di satu sisi bisa turut merasakan apa yang dirasakan Amina sehingga tidak ada lagi yang namanya istri-istri yang menderita di luar sana gitu,” tambahnya.
Film Suamiku Lukaku merupakan drama yang mengangkat isu KDRT yang sering tersembunyi di balik citra keluarga harmonis. Film produksi SinemArt tersebut mengisahkan hubungan pasangan suami-istri Amina yang diperankan Acha dan Irfan yang dimainkan Baim Wong, yang dipenuhi kekerasan fisik maupun verbal.
Dalam cerita, Amina mendapat bantuan dari Zahra yang diperankan Raline Shah, seorang pengacara yang memperjuangkan hak perempuan. Namun, perjuangan keluar dari lingkaran kekerasan itu tidak berjalan mudah.
Selain dibintangi Ayu Azhari dan Azkya Mahira, film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. (kom)