Naradaily-Film drama keluarga berjudul Kupeluk Kamu Selamanya akan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 30 April 2026. Film ini merupakan debut layar lebar dari Kuy! Studios yang bekerja sama dengan Aktina Film, menghadirkan kisah perjuangan seorang ibu dalam berdamai dengan kehidupannya.

Disutradarai oleh Pritagita Arianegara, film ini membawa penonton dalam perjalanan emosional untuk memahami makna cinta tanpa syarat dari sudut pandang seorang ibu.

“Ini cerita yang sangat banyak dijumpai sehari-hari, tema tentang keluarga, ibu dan anak ini punya sudut pandang yang berbeda, lebih kepada memotret realita,” kata Pritagita dalam konferensi pers usai pratayang film tersebut di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Kisah film ini berfokus pada Naya, seorang ibu tunggal yang diperankan oleh Hana Malasan. Ia harus merelakan kariernya demi merawat sang anak, Aksa (Jared Ali), yang terlahir dengan penyakit bawaan.

Situasi semakin berat ketika Naya berpisah dengan suaminya yang diperankan Ibnu Jamil. Kondisi kesehatan Aksa yang kian memburuk memaksa Naya menghadapi ujian besar, baik sebagai seorang ibu maupun sebagai individu.

Di tengah tekanan, keterbatasan, dan ketakutan akan kehilangan, Naya dituntut melangkah lebih jauh dari yang pernah ia bayangkan. Ia belajar memperjuangkan haknya, mempercayai diri sendiri, dan menemukan kembali kekuatan yang selama ini terpendam.

Film ini juga menandai debut Dinda Hauw sebagai produser bersama Dara Dwitanti. Selain itu, Sean Gelael turut terlibat sebagai produser eksekutif bersama Angga Dwimas Sasongko.

Selain Hana Malasan, Jared Ali, dan Ibnu Jamil, film ini juga dibintangi oleh Fanny Ghassani, Nissy Meinard, Vonny Anggraini, Yurike Prastika, Mario Irwinsyah, dan Leroy Osmani.

Ibnu Jamil menyebut film ini menjadi refleksi bagi para orang tua yang kerap merasa paling memahami kebutuhan anak.

“Film ini perjuangan orangtua tunggal dengan segala macam bentuk cara dan keterbatasannya untuk merawat anaknya. Hebatnya, tidak ada yang antagonis, karena di dunia nyata pun tidak ada yang hitam-putih, tergantung melihatnya bagaimana,” ungkap Ibnu Jamil. (kom)