Naradaily-Empat pendulang emas berhasil menyelamatkan diri setelah kamp tempat tinggal sementara mereka di Kawe, Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, diserang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Wirya Artadiguna mengatakan keempat pendulang tersebut berhasil melarikan diri dan dievakuasi menuju Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel.
“Setelah kabur dari kamp, mereka dievakuasi dan tiba di Pelabuhan Iwot, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Selasa (26/5) menggunakan satu unit perahu long boat,” kata Kapen Koops Habema Letkol Inf Wirya Artadiguna saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (26/5/2026) malam.
Wirya menyebut empat pendulang emas yang selamat tersebut masing-masing bernama Yudisthira D. Mudina, Wahyudi, Marjuna Antore, dan Nataniel Tandukalu.
Setibanya di Pelabuhan Iwot, para pendulang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan oleh petugas.
“Koops TNI Habema terus melaksanakan langkah-langkah pengamanan, koordinasi, serta pemantauan intensif terhadap situasi keamanan di wilayah Tanah Merah dan sekitarnya,” ujarnya.
Menurut Wirya, personel Satgas Koops TNI Habema juga meningkatkan patroli keamanan guna memastikan situasi di wilayah tersebut tetap terkendali dan mencegah gangguan keamanan kembali terjadi.
Selain memperkuat pengamanan, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan emas ilegal karena bertentangan dengan aturan pemerintah.
Aktivitas tambang tanpa izin dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, gangguan keamanan, hingga membahayakan keselamatan masyarakat.
“Koops TNI Habema hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menjamin keamanan jalur evakuasi dan stabilitas keamanan wilayah Papua Pegunungan dari ancaman KKB yang mengganggu keselamatan warga sipil,” kata Letkol Inf Wirya.
Sebelumnya, pada Minggu (24/5), sebanyak 44 pendulang emas ilegal juga dilaporkan berhasil melarikan diri dan tiba di Tanah Merah menggunakan dua perahu long boat. (kom)