Naradaily-Pengurus Pusat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PP INTI) mempertegas komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui penguatan kolaborasi dengan pemerintah. Komitmen tersebut diwujudkan lewat Audiensi Kebangsaan bersama Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari satu setengah jam itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan persatuan bangsa, ketahanan nasional, pembangunan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum PP INTI, dr. Indra Wahidin, menegaskan bahwa sejak berdiri pascareformasi, PP INTI hadir sebagai organisasi kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, organisasi tersebut berkomitmen menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan berperan aktif dalam pembangunan nasional bersama seluruh elemen masyarakat.
“Sejak didirikan pascareformasi, INTI merupakan organisasi kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami berkomitmen memperkuat persatuan bangsa, membangun toleransi, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Ketua Umum PP INTI, dr. Indra Wahidin.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Harian PP INTI Ulung Rusman memaparkan arah pengembangan organisasi periode 2026–2030. Ia menjelaskan, PP INTI akan mempercepat pembentukan kepengurusan di seluruh provinsi secara terencana dengan tetap mengedepankan kualitas kepemimpinan yang memiliki wawasan kebangsaan, integritas, serta kemampuan membangun komunikasi lintas kelompok.
Selain memperluas struktur organisasi, PP INTI juga berkomitmen memperkuat jejaring dengan pemerintah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, akademisi, organisasi profesi, hingga pelaku dunia usaha agar kolaborasi lintas sektor semakin kuat.
Dalam arahannya, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan bahwa tantangan nasional saat ini membutuhkan kebersamaan seluruh komponen bangsa. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan sosial, membangun optimisme masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai program prioritas nasional.
“Situasi nasional saat ini membutuhkan kebersamaan seluruh komponen bangsa. Organisasi kemasyarakatan seperti PP INTI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, memperkuat kerukunan sosial, membangun optimisme masyarakat, serta mendukung keberhasilan berbagai program prioritas nasional,” tegas Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman.
Dudung juga menjelaskan bahwa Kantor Staf Presiden memiliki fungsi penting dalam mengawal implementasi program prioritas Presiden, mengelola isu-isu strategis nasional, memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga, sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.
Suasana diskusi semakin cair karena Dudung Abdurachman dan dr. Indra Wahidin sama-sama merupakan alumni Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Kesamaan latar belakang tersebut membuat pembahasan berkembang ke berbagai isu mengenai kepemimpinan nasional, ketahanan bangsa, serta pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Audiensi juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai berbagai sektor strategis. Sekretaris Jenderal PP INTI Hardy Stefanus menyoroti pentingnya penguatan koordinasi nasional melalui KSP. Wakil Ketua Pembina Edi Yansah mengangkat pengembangan sektor buah-buahan sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional, sementara Wakil Ketua Umum Robert Njo membahas kontribusi dunia usaha dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Peter Gozal menekankan pentingnya kepastian serta penegakan hukum sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Wakil Ketua Umum Kendro Setiawan turut menyampaikan kesiapan PP INTI mendukung program kesehatan masyarakat dan penguatan ketahanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP INTI juga mengundang Kepala Staf Kepresidenan untuk memberikan pembekalan dalam Pelantikan Pengurus Pusat PP INTI Periode 2026–2030 yang akan digelar pada 7 Agustus 2026. Undangan tersebut disambut positif dan Dudung Abdurachman menyatakan kesediaannya untuk hadir.
Audiensi Kebangsaan ini menjadi simbol semakin eratnya sinergi antara PP INTI dan Kantor Staf Presiden dalam membangun komunikasi yang konstruktif. Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak berharap dapat memperkuat persatuan nasional, mengawal keberhasilan program-program prioritas pemerintah, serta bersama-sama mewujudkan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045. (kom)