Naradaily-Presiden Prabowo Subianto menerima paparan berbagai hasil riset strategis dan teknologi unggulan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang ditampilkan melalui 15 stan di Istana Kepresidenan Jakarta. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan program prioritas nasional melalui pemanfaatan inovasi karya anak bangsa.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden menerima Kepala BRIN Arif Satria beserta jajaran untuk menyaksikan langsung pemaparan berbagai hasil penelitian yang dikembangkan oleh para peneliti Indonesia.

“Pada audiensi tersebut BRIN menampilkan berbagai hasil riset strategis dan teknologi unggulan karya anak bangsa yang diarahkan untuk mendukung program prioritas nasional,” kata Prasetyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Menurut Prasetyo, sebanyak 15 stan dipamerkan dalam kegiatan tersebut dengan menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi dari sejumlah klaster teknologi unggulan yang merupakan turunan dari delapan Agenda Riset Nasional.

Berbagai inovasi yang dipamerkan mencakup sektor-sektor strategis, mulai dari pangan, energi, kesehatan, transportasi, pertahanan, lingkungan, hingga ketahanan air. Selain itu, BRIN juga menampilkan hasil riset yang mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prasetyo menilai beragam inovasi tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan teknologi yang mampu menjawab berbagai kebutuhan strategis nasional secara mandiri.

Ia menegaskan pemerintah menempatkan hilirisasi hasil riset sebagai salah satu prioritas utama agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada tahap penelitian, melainkan dapat diterapkan secara nyata, dimanfaatkan masyarakat, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Lebih lanjut, pemerintah juga terus memperkuat kolaborasi antara BRIN, perguruan tinggi, dunia industri, badan usaha milik negara (BUMN), serta pemerintah daerah untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset dalam mendukung pembangunan nasional.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing bangsa sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (kom)