Naradaily-Presiden Prabowo Subianto mengatakan dirinya sengaja baru datang meninjau lokasi bencana gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, keputusan tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada instansi lain agar dapat melayani warga terdampak secara langsung.
“Memang sengaja, diawal-awal gempa saya tidak datang, karena saya mau berikan kesempatan kepada semua instansi untuk melayani rakyat secara langsung,” katanya saat menggelar rapat koordinasi di Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat melakukan kunjungan kerja ke Flores untuk meninjau kondisi para korban gempa di wilayah tersebut.
Prabowo menjelaskan, apabila dirinya datang beberapa hari setelah gempa terjadi, konsentrasi penanganan bencana dikhawatirkan akan terpecah. Sebab, banyak pejabat daerah harus menjemput pejabat dari pemerintah pusat.
“Dan ini ada kecenderungan mengalihkan fokus,” ujar Prabowo.
Meski tidak datang sejak awal, Prabowo mengatakan dirinya tetap memantau dan memonitor perkembangan gempa di Flores dari Jakarta. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan bergerak cepat dalam menangani bencana gempa di Flores.
Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (25/8), jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang terjadi di wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA, bertambah menjadi 103 jiwa.
Rinciannya, sebanyak 41 korban jiwa berada di Kabupaten Manggarai, 34 korban di Manggarai Timur, 13 korban di Nagekeo, 6 korban di Sikka, 5 korban di Ngada, 3 korban di Ende, dan 1 korban di Manggarai Barat.
Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal dunia terdiri atas 45 persen laki-laki dan 55 persen perempuan. Sementara berdasarkan kelompok usia, korban jiwa terdiri atas 45 persen lansia, 37 persen dewasa, 12 persen anak dan remaja, sedangkan sisanya merupakan balita dan batita.
Selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat sebanyak 1.666 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang mengalami luka ringan.
BNPB terus melakukan pemutakhiran data korban seiring dengan adanya laporan tambahan dari sejumlah wilayah yang terdampak gempa. (kom)