Naradaily-Persija akhirnya mengakhiri spekulasi mengenai kursi pelatih kepala dengan menunjuk Shin Tae Yong sebagai nahkoda anyar tim. Pengumuman resmi dilakukan melalui media sosial klub pada Senin (8/6/2026) siang.

Shin Tae Yong didatangkan untuk menggantikan Mauricio Souza yang sebelumnya diberhentikan setelah gagal membawa Persija meraih gelar juara pada musim 2025/2026. Meski berhasil membawa tim finis di posisi ketiga klasemen akhir, pencapaian tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan manajemen.

Pada akhir musim lalu, Persija mengumpulkan 71 poin dan menempati peringkat ketiga. Macan Kemayoran tertinggal delapan poin dari juara bertahan, Persib Bandung, serta Borneo FC yang sama-sama mengoleksi 79 poin. Nama mantan pelatih Timnas Indonesia itu sebenarnya sudah dikaitkan dengan Persija dalam beberapa hari terakhir.

Sejumlah media Korea Selatan melaporkan bahwa pelatih berusia 55 tahun tersebut menjadi kandidat kuat pengganti Mauricio Souza. Media Korea Selatan, News Worker, bahkan menyebut salah satu faktor yang membuat Shin Tae Yong tertarik menerima tawaran Persija adalah adanya keterkaitan sponsor dari Hyundai dalam proses penunjukannya.

Rumor tersebut akhirnya terbukti setelah Persija secara resmi memperkenalkan mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia tersebut sebagai pelatih baru mereka. Penunjukan ini sekaligus menandai kembalinya Shin Tae Yong ke dunia kepelatihan setelah sempat menganggur selama beberapa bulan.

Sebelumnya, pria asal Korea Selatan itu meninggalkan klub Ulsan Hyundai pada Oktober 2025. Sejak saat itu, ia belum menangani klub maupun tim nasional hingga akhirnya menerima tawaran dari Persija.

Pengalaman Shin Tae Yong dinilai menjadi salah satu alasan utama Persija memilihnya. Selain pernah menangani Timnas Indonesia, ia juga memiliki pengalaman melatih di level klub dan kompetisi internasional.

Persija Bidik Gelar Juara

Dengan hadirnya pelatih baru, Persija langsung memasang target tinggi untuk musim depan. Manajemen berharap Shin Tae Yong mampu membawa tim mengakhiri puasa gelar dan menjadi juara Super League 2026/2027.

Target tersebut menjadi konsekuensi dari performa Persija yang terus berada dalam persaingan papan atas dalam beberapa musim terakhir. Kehadiran Shin Tae Yong diharapkan mampu meningkatkan konsistensi permainan serta mental juara tim.

Tantangan pertama Shin Tae Yong adalah mempersiapkan skuad Macan Kemayoran menghadapi kompetisi musim baru yang diperkirakan akan berlangsung semakin kompetitif. Lebih fenomenal, Shin juga dibekali dana sebesar USD30 juta untuk belanja pemain demi target juara Super League 2026-2027.

Sumber yang sama juga melaporkan dengan dana sebesar itu Shin Tae Yong diharapkan menarik lebih banyak pemain timnas Indonesia yang pernah dilatihnya. Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menegaskan komitmen Macan Kemayoran untuk tetap berpartisipasi di turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Hal itu ditegaskan Prapanca dalam konferensi pers pengenalan Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Macan Kemayoran mulai musim 2026-2027 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Senin (8/6/2026). “Kami masih menunggu terkait jadwal liga. Tentunya, setiap tahun kita selalu ada Piala Presiden. Tapi, yang saya tahu jadwalnya musim ini berubah,” kata Prapanca.

“Tentunya, sudah kasih komitmen untuk ikut berkontribusi di Piala Presiden walaupun jadwal pastinya belum keluar, yang pasti ada,” tambahnya. Piala Presiden menjadi salah satu turnamen pramusim yang cukup rutin digelar di Indonesia sejak 2015 silam.

Di luar periode covid-19, turnamen pramusim itu sejauh ini hanya absen dua kali penyelenggaraan pada 2016 dan 2023. Kabarnya, turnamen Piala Presiden akan kembali hadir pada pramusim 2026 ini.

Namun, formatnya bakal berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Awalnya, Piala Presiden mempertandingkan klub-klub kasta tertinggi.

Kemudian, panitia penyelenggara menambah jumlah peserta mulai edisi 2017 dengan menyertakan beberapa klub Liga 2. Piala Presiden kembali mengalami perubahan pada edisi 2024 dengan hanya diikuti 8 tim peserta saja.

Lalu, jumlah peserta kembali dikurangi menjadi 6 tim pada 2025 silam. Bedanya, Piala Presiden 2025 lalu menghadirkan dua tim dari luar negeri, yakni Oxford United dan Port FC, yang dilengkapi Indonesia All Star.

Dari bocoran yang beredar, kabarnya Piala Presiden 2026 akan kembali menggunakan format 8 tim. Hanya saja, sebagian besar merupakan tim undangan dari luar negeri, mulai dari Port FC, Lion City Sailor, Johor Darul Ta’zim, dan DPMM FC.

Mengenai hal tersebut, Prapanca mengakui hingga saat ini masih belum mengetahui format yang akan digunakan pada Piala Presiden 2026. Namun, pihaknya juga tengah mempertimbangkan untuk mengikuti kegiatan pramusim lainnya sebagai momen untuk menyatukan chemistry antarpemain jelang bergulirnya musim baru.

“Tentunya, kebutuhan pramusim, jadwal laga persahabatan, nanti saya harus diskusi dengan pelatih terkait kapan tim kumpul dan jadwalnya seperti apa. Nanti baru dari situ saya tahu mana yang cocok dari pihak komersil untuk melakukan kegiatan pramusim,” ungkapnya. Sebelum mengumumkan Shin Tae Yong sebagai pelatih baru, Macan Kemayoran telah lebih dulu melepas tujuh pemain asingnya. Mereka dipastikan bakal merekrut sejumlah pemain baru, salah satunya yang sudah bocor adalah Mariano Peralta. (sic)