Naradaily-Pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di Perairan Selayar resmi berakhir Operasi yang telah berlangsung selama sepuluh hari ini dinyatakan selesai setelah melalui evaluasi dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan keputusan penghentian operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan, pemerintah daerah, serta perwakilan keluarga korban. “Hingga hari terakhir pencarian, tidak ditemukan lagi tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti,” katanya di Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, meski operasi SAR secara resmi telah berakhir, Basarnas tetap membuka kanal koordinasi apabila kelak terdapat informasi baru mengenai keberadaan korban yang masih belum ditemukan. “Apabila di kemudian hari ada informasi ataupun penemuan yang berkaitan dengan korban, Basarnas siap melakukan tindak lanjut sesuai prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga korban KM Nurul Salsa yang hingga saat ini masih menunggu kabar anggota keluarganya yang masihbhilang. “Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang hingga saat ini anggota keluarganya belum ditemukan,” tambahnya.
Berdasarkan hasil verifikasi bersama Pemerintah Daerah, Kepolisian, dan KSOP, jumlah orang yang berada di atas kapal (POB) KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah itu, 58 orang ditemukan dalam keadaan selamat, sementara 4 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“14 orang masih dinyatakan dalam pencarian,” jelasnya. Kantor Basarnas Makassar juga mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat, mencakup Basarnas Kendari, Basarnas Maumere, Basarnas Mataram, TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, relawan, nelayan, hingga masyarakat yang telah bahu-membahu selama operasi pencarian berlangsung.
“Dengan ditutupnya operasi SAR, seluruh personel dan alut yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing untuk kembali bersiaga dalam menghadapi potensi kondisi kedaruratan lainnya,” tuntasnya. (sic)