Naradaily-Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan dikerahkan ke Kabupaten Kepulauan Selayar untuk memperkuat proses identifikasi korban tenggelamnya KM Nurul Salsa. Langkah ini dilakukan seiring berlanjutnya operasi SAR gabungan yang masih mencari 25 penumpang yang belum ditemukan.
Pengerahan Tim DVI menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan kemanusiaan dalam tragedi kapal tenggelam di Selayar, sekaligus mendukung proses identifikasi apabila korban ditemukan selama operasi pencarian berlangsung. Sebanyak 11 personel Tim DVI Biddokkes Polda Sulsel diberangkatkan dari Kota Makassar menuju Kabupaten Kepulauan Selayar pada Jumat (17/7/2026) malam.
Tim terdiri atas personel Dokpol dan tenaga forensik yang akan mendukung proses identifikasi korban. Keberangkatan dilakukan menggunakan tiga unit kendaraan operasional Dokpol Polda Sulsel yang membawa berbagai perlengkapan forensik dan peralatan pendukung operasi DVI.
Perjalanan tim ditempuh melalui jalur darat dari Makassar menuju Kabupaten Bulukumba dengan estimasi waktu sekitar 4 hingga 6 jam. Selanjutnya, tim menyeberang menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Bulukumba menuju Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam.
“Malam ini kami berangkat menuju Kabupaten Bulukumba. Selanjutnya, besok pagi kami akan menyesuaikan dengan jadwal penyeberangan kapal feri menuju Kabupaten Kepulauan Selayar sekitar pukul 07.00 Wita,” ujar Kaur DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Kompol Abdul Rahman, Jumat (17/7/2026) malam.
Setelah tiba di Benteng, tim kembali melanjutkan perjalanan laut menuju Pulau Jampea yang menjadi lokasi terdekat dengan area pencarian. Waktu pelayaran diperkirakan mencapai sekitar 9 jam. “Kami berangkat menggunakan tiga unit kendaraan operasional yang masing-masing sudah memiliki personel penanggung jawab selama perjalanan. Seluruh perlengkapan operasi DVI telah dipersiapkan sesuai perintah pimpinan,” tuturnya.
Setibanya di lokasi, Tim DVI berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur SAR gabungan yang lebih dahulu berada di lapangan untuk mendukung proses pencarian dan identifikasi korban. “Setibanya di lokasi, kami akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait yang lebih dahulu berada di lapangan. Mudah-mudahan operasi DVI dalam penanganan kecelakaan kapal laut ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan hasil yang maksimal,” tandasnya.
Sebelumnya, KM Nurul Salsa yang mengangkut 78 penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar saat berlayar dari Dermaga Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Rabu (15/7/2026). Kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin di perairan sebelah barat Pulau Polassi sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di tengah laut.
Sejak menerima laporan kejadian, Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal. Hingga kemarin, Basarnas memperkuat pencarian dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Operasi dibagi ke dalam dua sektor berdasarkan hasil analisis Search and Rescue Planning (SARMAP) yang memperhitungkan arah arus, kecepatan angin, serta kemungkinan pergerakan korban di laut.
Di sektor II, Basarnas mengoperasikan KN SAR Kamajaya 104 dengan 32 personel untuk menyisir area seluas sekitar 90 nautical mile persegi. Sementara itu, pencarian dari udara dilakukan menggunakan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel guna memperluas pemantauan dari udara.
Pada sektor I, KRI Marlin 877 melanjutkan penyisiran di area pencarian seluas sekitar 102 nautical mile persegi sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan. Meski kekuatan pencarian ditambah, operasi hari ketiga belum membuahkan hasil.
Tim SAR gabungan tidak menemukan korban tambahan. Satu-satunya petunjuk yang ditemukan adalah sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa.
Namun, pelampung tersebut tidak berhasil diamankan karena kondisi gelombang di lokasi pencarian cukup tinggi. Data terbaru menunjukkan jumlah orang yang berada di atas kapal sebanyak 78 orang.
Dari jumlah tersebut, 52 orang berhasil ditemukan selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian. Operasi SAR gabungan terus berlangsung dengan melibatkan unsur laut, udara, dan darat.
Basarnas bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur terkait memperluas area pencarian guna meningkatkan peluang menemukan para korban yang masih hilang.
Data Korban KM Nurul Salsa
Korban Selamat:
Fildayanti (21)
Abraf (3)
Abrar (5)
Marlinana (31)
Wirda (38)
Ismail (36)
Sofyan (48)
Ratang (38)
Andi Ratuh (46)
Arfandi (36)
Wail/Nail (17)
Basriadi (45)
Dahlia (27)
Safutra (2)
Nur Aeda (50)
Halmiati (37)
H Bahri (70)
Agung Akbar (15)
Farhan Ihwani (15)
Rosmaeni (59)
Naila (12)
Alfati (8)
Jinar (20)
Imel Aulia (19)
Nur Aisyah (20)
Elianti Nur (19)
Tasmar (49)
Jumrawahti (41)
Nirdawati (36)
Muh Akip (25)
Akil Akbar (20)
Andi Sahril (40)
Yusuf (46)
Jasdim (36)
Nawir (51)
Naya (18)
Wahyudi (19)
Junaedi (56)
Muhammad Askar (4)
Salla (46)
Anhar (26)
Nasman (32)
Riswan (5)
Arjun (20)
Zikri (19)
Masran (30)
Irfandi (22)
Saldianto (25)
Dani (35)
Marling (36)
Igo (27), dan
H Asdar (46).
Meninggal dunia:
Salmawati (34)
Masih dalam pencarian:
Cia (19)
Bau Intang (50)
Sahrul Amin (53)
Madang (50)
Januari (12)
Maridaeng (60)
Umar (80)
Naura (13)
Nurhayati (45)
Asseng (23)
Malida (31)
Hasbi (41)
Hasriani (18)
Naila (19)
Arfandi (27)
Jusriawati (24)
Jaenuddin (51)
Nurmiati (46)
Jasmal (24)
Diska (7)
Musliana (22)
Sitti Amang (55)
Andi Sama (62)
Sri Ardita (19), dan
Hasriati (44).
(sic)
I