Naradaily-Sebanyak delapan orang dilaporkan tewas dalam insiden jatuhnya sebuah helikopter di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, sebagaimana dikonfirmasi oleh pihak berwenang pada Jumat (17/4/2026).
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa helikopter jenis Airbus H130 tersebut kehilangan sinyal komunikasi pada Kamis pagi, hanya lima menit setelah lepas landas dari kawasan perkebunan di Kabupaten Melawi.
“Lokasi hilangnya kontak berada di kawasan hutan lebat dengan topografi perbukitan yang curam,” jelas Syafii.
Ia menambahkan, tim penyelamat berhasil menemukan serpihan yang diduga merupakan bagian ekor helikopter, berlokasi sekitar tiga kilometer di sebelah barat dari titik hilangnya kontak terakhir.
Juru bicara Basarnas setempat menyebutkan bahwa helikopter tersebut membawa enam penumpang dan dua awak pesawat. Hingga saat ini, penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.
Syafii menyampaikan bahwa tim penyelamat berupaya menjangkau lokasi kejadian melalui jalur darat pada Jumat ini. Kawasan perkebunan tempat helikopter tersebut lepas landas diketahui milik perusahaan kelapa sawit asal Indonesia, PT Citra Mahkota, sementara helikopter yang digunakan merupakan armada milik maskapai Matthew Air Nusantara. (Bagus)