Naradaily-Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim, membacakan pleidoi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Nadiem berkeluh kesah soal pengorbanan finansial dan waktu.

“Bayangkan betapa hancurnya hati saya dengan semua pengorbanan finansial dan waktu yang telah saya lakukan selama 5 tahun,” kata Nadiem di persidangan. Nadiem menyebut dirinya pernah menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden. Penghargaan diberikan, atas pengabdiannya selama lima tahun di kabinet.

“Hadiah yang saya dapatkan adalah jeruji besi,” ujar Nadiem dengan suara bergetar. Nadiem menilai, kasus yang menjeratnya berpotensi menyurutkan minat generasi muda untuk masuk ke dalam pemerintahan.

Rasa ketakutan kini menghantui para profesional muda dan investor akibat tidak adanya jaminan kepastian hukum. “Satu generasi menahan napas menunggu keputusan majelis, menunggu konfirmasi apakah kebenaran masih berarti di negara tercinta kita,” tegas Nadiem.

Ia menambahkan bahwa kasus ini juga disoroti oleh para pengusaha/pebisnis sebagai preseden buruk. Padahal, kepastian hukum merupakan hal utama pertumbuhan ekonomi nasional. (sic)