Naradaily-Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 106 mengalami insiden setelah menghantam sebuah bangunan rumah warga di Desa Adm, Kecamatan Pulau Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, pada Selasa (28/4/2026) pagi.
Kepala Kepolisian Sektor Pulau Banda, Ipda Kasim Rahayantel, membenarkan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 09.45 WIT.
Selain menghantam rumah, kapal itu juga menyerempet dua unit speedboat yang tengah berada di perairan setempat. Rumah yang terdampak diketahui milik warga bernama La Ode Umar, sementara dua speedboat yang rusak adalah milik Najran Sabban.
Berdasarkan data manifes, KM Sabuk Nusantara 106 memiliki bobot 1.259 GT dan saat insiden terjadi tengah mengangkut sekitar 398 penumpang serta 20 anak buah kapal (ABK).
Kapal tersebut dinakhodai oleh Jefri Jhoni Laritmas (25), dan sebelumnya berlayar dari Pelabuhan Ina Marina, Kota Masohi, dengan tujuan akhir Pulau Banda, Maluku Tengah.
Kronologi kejadian bermula ketika kapal berada pada jarak sekitar 500 meter dari dermaga tujuan. Jefri lantas mengabarkan seluruh ABK dan memerintahkan kepala Kamar Mesin untuk mulai mematikan mesin kapal sebagai persiapan sandar. Ia memutuskan untuk memutar haluan kapal agar bisa bersandar dengan sisi kiri menghadap dermaga.
Di saat bersamaan, para ABK tengah sibuk menyiapkan tali jangkar untuk ditambatkan ke dermaga. Namun setelah tali berhasil dikaitkan, laju kapal tidak berhenti dan terus bergerak mengarah ke permukiman warga.
Jefri segera memerintahkan tim mesin untuk memundurkan kapal, tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Kapal pun akhirnya menghantam dua speedboat dan sebuah bangunan rumah warga.
Sebelum tabrakan terjadi, pihak kapal sempat membunyikan alarm dan suling sebagai isyarat peringatan agar warga setempat segera menjauh dari area tersebut.
Insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Meski demikian, pemilik rumah dan speedboat yang terdampak mengalami kerugian material yang ditaksir mencapai Rp60 juta.
Ipda Kasim menegaskan bahwa insiden ini disebabkan oleh kelalaian dari pihak kapal. Hingga berita ini diturunkan, Polsek Pulau Banda masih terus mendalami kasus tersebut dan melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. (Bagus)