Naradaily-Di tengah kesibukannya mediasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, Pakistan justru kembali terlibat konflik bersenjata dengan negara tetangganya, Afghanistan.
Ketegangan yang sudah berlangsung beberapa bulan ini kembali memuncak dengan serangkaian serangan udara lintas batas yang menimbulkan korban di kalangan warga sipil.
Pemerintahan Taliban di Kabul menyatakan bahwa Pakistan telah melancarkan serangan ke sejumlah wilayah perbatasan, termasuk Provinsi Nangarhar, Nuristan, Kunar, Khost, Paktia, dan Paktika.
Kepala informasi Afghanistan, Najibullah Hanif, mengonfirmasi bahwa tembakan mortir dan serangan dari udara menghantam tiga distrik serta kota Asadabad. Serangan tersebut bahkan dilaporkan menjangkau ibu kota Kabul.
Sebelum itu, Pakistan terlebih dahulu mengklaim bahwa pangkalan militernya di dekat perbatasan menjadi sasaran serangan dari pihak Afghanistan, yang dijadikan alasan untuk melancarkan aksi balasan.
Direktur Kesehatan Masyarakat Provinsi Asadbad, Muzaffar Mukhlis, melaporkan bahwa akibat serangan militer Pakistan, sebanyak tujuh orang dinyatakan tewas dan sedikitnya 85 lainnya mengalami luka-luka. Mukhlis menegaskan bahwa seluruh korban adalah warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Kedua negara sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Maret lalu berkat perantaraan China. Namun, situasi di lapangan tidak sepenuhnya kondusif, sejumlah laporan dari warga Afghanistan mengindikasikan bahwa aksi kekerasan masih terus berlanjut bahkan ketika perjanjian itu seharusnya berlaku.
Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan memang sudah berlangsung lama. Islamabad berulang kali menuduh kelompok Tehreek e Taliban Pakistan (TTP) memanfaatkan wilayah Afghanistan sebagai markas untuk melancarkan serangan ke dalam Pakistan. Tuduhan itu konsisten dibantah oleh pemerintah Taliban di Kabul.
Hubungan bilateral kedua negara semakin renggang setelah pada Oktober 2025, Menteri Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengunjungi New Delhi dan menandai pulihnya hubungan diplomatik antara Afghanistan dengan India, yang merupakan rival utama Pakistan di kawasan Asia Selatan.
Sementara itu, di level diplomatik global, Pakistan saat ini masih aktif memfasilitasi negosiasi antara AS dan Iran. Putaran pertama pembicaraan tersebut berakhir tanpa kesepakatan, dan Islamabad kini tengah mempersiapkan forum lanjutan untuk mendorong putaran kedua.
Upaya ganda Pakistan meredam konflik di dalam negeri sekaligus bertindak sebagai penengah di panggung internasional, menjadi sorotan banyak pihak di tengah situasi kawasan yang semakin kompleks. (Bagus)