Naradaily-Presiden Prabowo Subianto mengkritik sejumlah pengusaha nasional yang masih menempatkan modal dan hasil usahanya di luar negeri, meskipun telah mendapatkan berbagai fasilitas dan kemudahan dari pemerintah.
“Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia,” kata Presiden Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Negara di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan tidak akan membiarkan praktik pengalihan kekayaan nasional ke luar negeri terus berlangsung selama masa pemerintahannya. Menurutnya, sumber daya alam dan kekuatan ekonomi nasional seharusnya berada di tangan bangsa sendiri agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia.
Presiden juga mengingatkan para pengusaha agar memiliki semangat nasionalisme yang kuat dan tidak menjadikan Indonesia sekadar tempat untuk meraih keuntungan semata.
“Bangsa Indonesia tidak mau jadi sawahnya orang lain, tidak mau jadi ladangnya orang lain, bangsa Indonesia ingin kekayaan Indonesia di tangan dan dinikmati oleh rakyat Indonesia,” kata Presiden menegaskan.
Prabowo menyatakan tidak akan mentoleransi pihak yang tidak memiliki jiwa patriotisme untuk berada di dalam lingkaran pemerintahannya, terutama jika lebih mengutamakan kepentingan asing.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah komitmen pemerintah mempercepat program hilirisasi sebagai langkah strategis menuju kemandirian dan kemakmuran ekonomi nasional.
Presiden Prabowo secara simbolis memulai 13 proyek hilirisasi tahap II di Cilacap dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun. Proyek tersebut mencakup pembangunan berbagai fasilitas strategis di sektor energi, mineral, dan pertanian.
Beberapa di antaranya meliputi pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai, serta fasilitas pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini melibatkan sejumlah BUMN strategis seperti Pertamina, MIND ID, Krakatau Steel, dan PTPN.
Peletakan batu pertama tersebut menjadi langkah awal integrasi proyek hilirisasi yang dirancang berjalan paralel guna mempercepat realisasi investasi serta mendorong pembangunan industri bernilai tambah di dalam negeri. (kom)