Naradaily-Pemerintah melalui Prabowo Subianto menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki sekitar 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan keselamatan transportasi, terutama di titik-titik perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan.
Kebijakan ini muncul sebagai respons atas meningkatnya perhatian terhadap keselamatan di perlintasan kereta, khususnya setelah terjadinya kecelakaan di wilayah Bekasi. Pemerintah menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perlintasan yang ada saat ini.
Perbaikan yang direncanakan tidak hanya mencakup peningkatan fasilitas pengamanan, tetapi juga pembangunan infrastruktur pendukung seperti pos penjagaan hingga jalan layang (flyover) di sejumlah titik strategis. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan di masa mendatang.
Menurut pemerintah, terdapat sekitar 1.800 perlintasan kereta sebidang di Pulau Jawa yang membutuhkan penanganan serius. Banyak di antaranya merupakan jalur lama yang belum dilengkapi sistem pengamanan yang memadai.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi nasional. Selain aspek keselamatan, pembenahan perlintasan kereta diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.
Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengembangan sistem transportasi. Oleh karena itu, anggaran yang disiapkan akan difokuskan pada titik-titik dengan tingkat risiko tinggi.
Dengan adanya program perbaikan ini, diharapkan angka kecelakaan di perlintasan kereta dapat ditekan secara signifikan. Langkah ini sekaligus menjadi upaya jangka panjang dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih aman dan terintegrasi di Indonesia. (Syafa)