Naradaily-Gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela mengakibatkan kerusakan besar pada berbagai fasilitas umum dan bangunan. Sedikitnya 250 bangunan dilaporkan rusak atau hancur, termasuk delapan rumah sakit dan 20 pusat perbelanjaan.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan hingga saat ini kerusakan akibat bencana tersebut terus didata oleh pemerintah.
“Hingga kini, 250 bangunan dinyatakan rusak atau hancur total. Delapan rumah sakit mengalami kerusakan dan beberapa di antaranya harus dikosongkan. Sebanyak 20 mal dan 68 fasilitas infrastruktur rusak,” kata Rodriguez dalam pidato yang disiarkan televisi dan dikutip RIA Novosti, Jumat (26/6/2026).
Gempa tersebut terjadi pada Rabu (24/6), ketika dua guncangan berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah Venezuela. Setelah itu, tercatat sekitar 30 gempa susulan yang memperburuk situasi di sejumlah daerah terdampak.
Selain menyebabkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas vital, bencana ini juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Sedikitnya 235 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Tidak hanya itu, banyak rumah warga mengalami kerusakan, sejumlah fasilitas infrastruktur turut terdampak, dan beberapa rumah sakit tidak lagi dapat beroperasi sehingga harus dikosongkan. Gempa juga memaksa pemerintah menutup bandara utama Venezuela demi alasan keselamatan.
Pemerintah setempat masih terus melakukan pendataan terhadap dampak bencana, termasuk kerusakan infrastruktur dan jumlah korban yang kemungkinan masih dapat bertambah seiring proses evakuasi serta penilaian di wilayah terdampak. (kom)