Naradaily-Memasuki hari kelima banjir di Perumahan Taman Cikande belum juga surut. Banjir masih merendam ratusan rumah warga di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (16/1/2026) pagi.
Banjir yang memasuki hari kelima ini diakibatkan meluapnya aliran Sungai Cidurian dan belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian air di kawasan tersebut mencapai 60 sentimeter hingga dua meter, membuat aktivitas warga yang mayoritas pekerja lumpuh total.
Sejumlah barang berharga seperti elektronik dan pakaian tidak sempat diselamatkan dan terendam banjir. Salah seorang warga korban banjir, Ismawati menyampaikan bahwa rumahnya sudah lima hari terendam air.
Dia bersama keluarga terpaksa mengungsi di balai warga untuk sementara waktu. “Banjir sudah hampir seminggu. Kemarin air hingga seleher. Saya mengungsi di balai RT,” kata Ismawati.
Warga berharap pemerintah Kabupaten Tangerang segera melakukan penanganan serius, termasuk normalisasi aliran sungai maupun pembangunan tanggul di bibir Sungai Cidurian. Harapan mereka, permukiman tidak lagi terendam banjir setiap musim penghujan.
Sebelumnya, permukiman warga, tepatnya di kawasan Perumahan Taman Cikande, Desa Cikande, Kabupaten Tangerang, Banten, terendam bencana banjir dengan ketinggian 70 centimeter hingga dua meter akibat luapan Sungai Cidurian pada Rabu (14/1/2026). Banjir yang melanda sejak Minggu (11/1/2026) tersebut setidaknya telah berdampak terhadap ratusan hunian dengan jumlah 222 Kepala Keluarga (KK) lebih.
“Yang terdampak banjir ini mencakup RT 04 sebanyak 17 KK, RT 05 sebanyak 62 KK. Namun untuk total keseluruhan yang terdampak sekarang ini 222 KK,” ungkap Ketua RW 03 Fiktor Silaen di Tangerang, Rabu lalu.
Ia mengatakan banjir yang melanda wilayahnya itu diperkirakan akan terus bertambah karena volume air semakin tinggi dan meluas akibat luapan Sungai Cidurian tersebut. Bahkan, katanya, ketinggian air saat ini telah mencapai dua meter. (sic)