Naradaily-Kantor kepresidenan Korea Selatan pada Rabu (8/4/2026) menggelar rapat darurat untuk menilai situasi keamanan setelah peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel) menyatakan, Korea Utara (Korut) meluncurkan beberapa rudal balistik ke arah Laut Jepang pada Rabu, 8 April, serta satu proyektil tak dikenal pada Selasa.

Korsel menilai peluncuran tersebut sebagai provokasi dan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB, serta menyerukan Korut untuk segera menghentikan tindakan tersebut. Melansir kantor berita Yonhap, Rabu (8/4/2026) melaporkan, Kepala Staf Gabungan mencatat rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan Korut terbang sekitar 240 kilometer.

Peluncuran tersebut merupakan yang keempat dikonfirmasi tahun ini. Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan bahwa Jepang tidak mendeteksi adanya rudal Korut yang melintasi wilayahnya. (sic)