Naradaily-Aktor Derby Romero menunjukkan sisi berbeda dalam film laga terbaru berjudul “Ikatan Darah”. Dalam proyek yang disutradarai Sidharta Tata tersebut, Derby tampil dengan kemampuan bela diri yang menjadi bagian penting dalam membangun karakter yang ia perankan.
Cuplikan perdana film “Ikatan Darah” memperlihatkan sejumlah adegan aksi yang menampilkan kemampuan bela diri para pemainnya. Derby mengungkapkan bahwa dirinya memang memiliki latar belakang beberapa cabang olahraga bela diri yang mendukung penampilannya dalam film tersebut.
“Kebetulan latar belakang (background) bela diri ada tinju (boxing), Muay Thai sama Brazilian Jiu-Jitsu,” ujar Derby saat konferensi pers peluncuran poster dan cuplikan (trailer) perdana film “Ikatan Darah” di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Produser eksekutif film tersebut, Iko Uwais, menjelaskan bahwa rumah produksi Uwais Pictures telah lama terlibat dalam pembuatan film Indonesia bertaraf internasional yang menonjolkan teknik bela diri profesional dari Indonesia. Karena itu, para aktor yang dipilih dalam film ini umumnya memiliki kemampuan dasar bela diri.
“Dari dulu salah satu cita-citaku adalah bermain di film laga (action) seperti ini, karena yang terlibat punya latar belakang (background) bela diri. Selama syuting Ikatan Darah aku merasa menyenangkan (fun) banget,” ujar Derby.
Tidak hanya Derby, sejumlah pemeran lain juga membawa kemampuan bela diri mereka untuk mendukung kualitas adegan laga dalam film tersebut. Livi Ciananta yang memerankan karakter Mega, adik Bilal, mengaku memiliki latar belakang tinju (boxing).
Sementara itu, Abdurrahman Arif yang berperan sebagai Koko Boris juga menguasai tinju serta bela diri campuran atau MMA. Kehadiran kemampuan bela diri tersebut membuat adegan aksi dalam film terasa lebih autentik dan intens.
Aktris Ismi Melinda dan aktor Agra Piliang turut menyumbangkan kemampuan seni bela diri mereka dalam proyek ini. Ismi diketahui menguasai teknik pencak silat, sementara Agra Piliang sempat mendalami wushu serta berlatih cukup lama untuk menjaga kelenturan tubuh sebelum menekuni olahraga basket.
Selain pengalaman berlatih bela diri, Derby juga menceritakan pengalaman tak terlupakan selama proses syuting film tersebut. Ia sempat mengalami gejala serangan panas atau heat stroke saat menjalani adegan fisik di lokasi syuting dengan suhu ekstrem.
Namun, Derby merasa terbantu karena kru produksi sigap memberikan penanganan pertama. Ia mengaku terkesan dengan respons cepat dari tim produksi yang langsung memberikan pertolongan saat kondisi tersebut terjadi.
“Kita di sini dijaga banget karena (penanganan) di sini tuh cepat banget, pakai ice pack (kompres es) dan segala macam,” ujar Derby.
Pendinginan tubuh dari luar dengan menempelkan kompres es pada area pembuluh darah besar seperti leher, ketiak, dan selangkangan membantu proses pemulihan dirinya setelah terpapar panas matahari saat proses syuting di lokasi luar ruangan yang ekstrem. (kom)