Naradaily-Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 21.801 unit motor listrik untuk kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun hingga saat ini, kendaraan tersebut belum juga didistribusikan kepada para penerima.
Berdasarkan keterangan dari Badan Gizi Nasional (BGN), jumlah tersebut merupakan bagian dari total 25 ribu unit motor listrik yang dipesan pada 2025. Artinya, sebagian besar pengadaan telah terealisasi, meski belum sepenuhnya dimanfaatkan di lapangan.
BGN juga meluruskan informasi yang beredar di masyarakat terkait jumlah motor listrik yang disebut mencapai 70 ribu unit. Pihaknya menegaskan bahwa angka tersebut tidak sesuai dengan data resmi, dan realisasi saat ini masih berada di angka 21.801 unit.
Motor listrik ini dirancang sebagai kendaraan operasional bagi kepala SPPG untuk mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi di berbagai daerah. Dengan kendaraan tersebut, petugas diharapkan dapat lebih mudah menjangkau masyarakat serta meningkatkan efektivitas pemantauan di lapangan.
Meski jumlahnya cukup besar, proses distribusi masih menunggu kesiapan teknis dan mekanisme penyaluran dari pemerintah. Hal ini dilakukan agar pembagian kendaraan dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Sebelumnya, keberadaan ribuan motor listrik ini menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan deretan kendaraan tersebut beredar luas di media sosial. Kondisi itu memicu berbagai spekulasi, termasuk soal jumlah dan tujuan pengadaannya.
Pemerintah menegaskan bahwa pengadaan motor listrik ini merupakan bagian dari upaya mendukung program gizi nasional sekaligus mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan dalam layanan publik. (Syafa)