Naradaily-Amerika Serikat bakal melepas 172 juta cadangan minyak bumi. Kebijakan itu akan diberlakukan mulai minggu depan, dalam upaya menurunkan harga energi, yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari pelepasan terkoordinasi sebesar 400 juta barel minyak yang dilakukan oleh 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) pada hari sebelumnya, menurut Menteri Energi AS Chris Wright. Pengeluaran Cadangan Minyak Strategis AS diperkirakan akan memakan waktu sekitar 120 hari.

“Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Wright dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters, Kamis (12/3/2026). “Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, masa-masa seperti itu akan segera berakhir,” lanjutnya dalam pernyataan itu.

Aksi kolektif di bawah IEA ini adalah yang pertama sejak 2022, ketika Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina. Pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat 32 negara – termasuk banyak negara Eropa, serta Jepang dan Korea Selatan – akan menjadi preseden yang terbesar yang pernah ada. (sic)