Naradaily-Banyak orang merasa loyo dan tidak bertenaga saat memasuki bulan Ramadhan. Rasa lemas, mudah mengantuk, hingga wajah terlihat kusam sering dianggap sebagai efek samping yang wajar ketika menahan lapar dan dahaga seharian. Padahal, dengan pengaturan nutrisi serta gaya hidup yang tepat, tubuh tetap bisa sehat dan penampilan tetap prima sepanjang menjalankan ibadah puasa.
1. Menjaga kesehatan selama Ramadhan tidak harus rumit.
Dengan kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman tanpa mengorbankan stamina dan kebugaran tubuh. Berikut tips menjaga tubuh tetap sehat dan terlihat bugar saat berpuasa yang bisa diterapkan setiap tahunnya.
2. Menu sahur menjadi kunci utama agar tubuh tetap berenergi.
Hindari hanya mengonsumsi nasi putih dalam jumlah banyak karena dapat membuat cepat lapar. Pilih makanan yang memberikan rasa kenyang lebih lama seperti nasi merah, ubi, oatmeal, atau sayuran hijau. Menambahkan sumber protein seperti telur atau tempe juga membantu tenaga bertahan lebih lama selama beraktivitas.
3. Asupan cairan juga perlu diperhatikan agar tubuh tidak mengalami dehidrasi yang ditandai dengan wajah pucat dan bibir pecah-pecah.
Karena tidak bisa minum di siang hari, minum air putih sebaiknya dicicil mulai dari berbuka hingga sahur. Metode dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur bisa menjadi pilihan. Sebaiknya hindari konsumsi teh atau kopi berlebihan saat sahur karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.
4. Meski sedang berpuasa, tubuh tetap perlu bergerak.
Terlalu banyak bermalas-malasan justru membuat badan terasa berat dan mudah mengantuk. Aktivitas ringan seperti berjalan santai atau melakukan peregangan menjelang waktu berbuka dapat membantu melancarkan aliran darah dan mencegah tubuh terasa kaku.
5. Saat tubuh mulai terasa lelah, beristirahat sejenak dapat membantu memulihkan energi.
Tidur singkat selama 15 hingga 20 menit di waktu istirahat kantor cukup efektif untuk mengisi ulang tenaga sehingga wajah kembali segar dan tidak terlihat mengantuk saat melanjutkan aktivitas.
6. Pola makan malam juga perlu diatur dengan baik.
Hindari langsung mengonsumsi makanan dalam porsi besar saat berbuka. Waktu makan sebaiknya dibagi menjadi tiga tahap, yaitu saat berbuka, setelah salat tarawih, dan saat sahur. Cara ini membantu tubuh menyerap nutrisi dengan lebih optimal tanpa membuat perut terasa penuh dan tidak nyaman.
7. Pemilihan makanan bernutrisi menjadi hal penting, terutama saat sahur.
Sahur bukan sekadar rutinitas bangun pagi, melainkan bekal nutrisi utama untuk menjalani aktivitas seharian. Sahur yang berkualitas membantu tubuh tetap bertenaga. Mengonsumsi vitamin setelah makan juga dianjurkan agar tidak mudah lemas atau loyo di siang hari.
Selain pola makan, pengaturan waktu tidur juga berpengaruh besar terhadap kebugaran. Selama Ramadhan, jam tidur biasanya berubah karena harus bangun lebih pagi. Jika tidak diatur, kondisi ini bisa membuat wajah terlihat lelah dan mata mengantuk sepanjang hari. Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari serta menghindari begadang yang tidak perlu dapat membantu menjaga kualitas istirahat.
Dengan menerapkan tujuh tips tersebut, diharapkan kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Meski demikian, kondisi fisik setiap orang berbeda, sehingga penting untuk tetap menyesuaikan pola hidup sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. (Khalifah Khairunnisa)