Naradaily-Banyak orang tua mendambakan anak perempuan yang mandiri, berani, dan tidak mudah takut. Namun tanpa disadari, niat baik tersebut justru sering berubah menjadi sikap terlalu protektif. Padahal, keberanian bukanlah bakat bawaan sejak lahir, melainkan mental yang perlu dilatih secara konsisten sejak usia dini.

Kabar baiknya, menumbuhkan keberanian pada anak perempuan tidak membutuhkan cara rumit. Dengan langkah sederhana dan konsisten, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan siap menghadapi tantangan hidup.

Berikut lima cara sederhana namun efektif untuk mendidik anak perempuan agar berani dan mandiri.

Pertama, jadilah pendengar yang baik. Beri ruang bagi anak untuk menceritakan ketakutan, kegelisahan, atau pengalaman tidak menyenangkan tanpa langsung dimarahi atau dilarang. Saat anak merasa aman untuk jujur, ia akan lebih berani mencoba hal baru karena tahu orang tuanya selalu ada untuk mendukung.

Kedua, jangan terlalu takut anak “lecet”. Biarkan anak bermain di luar, mencoba pengalaman baru, atau berani mengemukakan pendapat di kelas. Orang tua perlu menahan diri agar tidak terlalu overprotektif. Jatuh, gagal, atau kecewa adalah bagian penting dari proses belajar yang justru membentuk mental anak menjadi lebih kuat.

Ketiga, orang tua perlu memberi contoh. Anak adalah peniru ulung. Cara orang tua menghadapi masalah, stres, dan tekanan hidup akan terekam kuat dalam diri anak. Ketika orang tua menunjukkan sikap tenang, berani, dan solutif, anak akan mencontoh sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, biasakan memulai dari langkah kecil. Keberanian tidak selalu berarti melakukan hal besar. Dorong anak untuk mencoba hal-hal sederhana yang sedikit membuatnya tidak nyaman, lalu beri apresiasi saat ia berhasil melakukannya. Setiap keberanian kecil adalah pondasi bagi keberanian yang lebih besar di masa depan.

Kelima, puji prosesnya, bukan hanya hasilnya. Jangan hanya memberikan pujian saat anak berhasil atau menang. Hargai usaha dan keberaniannya untuk mencoba. Dengan begitu, anak tidak akan takut gagal dan akan lebih berani mencoba kembali meski belum berhasil.

Mendidik anak perempuan agar berani bukan berarti memaksa mereka menjadi sosok yang tak pernah takut. Melalui pendampingan yang tepat, anak justru belajar mengenali dirinya, mengambil risiko yang sehat, serta bangkit ketika menghadapi kegagalan. Dengan cara inilah keberanian dan kemandirian tumbuh secara alami sejak dini.(Khalifah Khairunnisa)