Naradaily-Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kembali menghadiri Rapat Kerja Nasional I PDIP pada hari kedua pelaksanaan yang digelar di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026). Kehadiran Presiden ke-5 Republik Indonesia itu disambut oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo serta Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

Megawati tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 WIB dengan mengenakan busana bernuansa merah untuk mengikuti lanjutan agenda partai yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDIP. Setibanya di arena Rakernas, Megawati menggunakan boogie car dan menyempatkan diri mengelilingi sejumlah stan UMKM yang turut meramaikan kegiatan tersebut.

Dalam kunjungannya, Megawati juga sempat berhenti dan mengamati aktivitas di stan peragaan busana bertajuk “Singgasana Seni Bung Karno” yang menampilkan berbagai karya bernuansa seni dan sejarah. Kehadiran Megawati menarik perhatian kader dan peserta Rakernas yang memadati arena acara.

Sementara itu, Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani tiba di lokasi Rakernas secara terpisah sekitar pukul 13.30 WIB. Kehadiran para pimpinan partai ini menandai pentingnya agenda hari kedua Rakernas yang akan difokuskan pada pembahasan materi dan perumusan sikap politik partai secara lebih mendalam.

Pada hari kedua Rakernas PDIP, sejumlah agenda utama meliputi penyampaian laporan dari masing-masing komisi serta perumusan rekomendasi strategis partai dalam menyongsong dinamika politik ke depan. Selain itu, Megawati juga dijadwalkan menyampaikan pandangannya secara tertutup kepada para kader partai.

Sebelumnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah menyatakan Rakernas digelar pada 10–12 Januari 2026. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Rakernas ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum penting untuk meneguhkan konsolidasi PDIP sebagai Partai Penyeimbang melalui kerja nyata di tengah rakyat.

“Di dalam Rakernas ini akan dibahas sikap politik, termasuk jawaban Partai atas berbagai persoalan geopolitik, krisis ekologis, korupsi, persoalan ekonomi, penegakan hukum, hingga program internal Partai dan tanggung jawab kerakyatan Partai,” kata Hasto. (kom)