Naradaily-Ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Rahman, KH Syukron Ma’mun, meninggal dunia pada usia 84 tahun saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Minggu sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi wafatnya ulama yang lahir pada 21 Desember 1941 tersebut disampaikan oleh M. Romahurmuziy, Sekretaris Jenderal DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2011–2014 sekaligus Ketua Umum DPP PPP periode 2014–2019. Informasi itu diperolehnya berdasarkan keterangan lisan kedua putra almarhum, Gus Ridho dan Gus Faiz.

“Insya Allah pemakaman akan dilangsungkan hari ini, Ahad, 18 Oktober 2026 ba’da dzuhur di pesantren beliau Jagakarsa, Jaksel,” kata Romahurmuziy dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Romahurmuziy mengenang KH Syukron Ma’mun sebagai ulama senior dan pendakwah yang memiliki jangkauan dakwah luas, baik di berbagai daerah di Indonesia maupun di sejumlah negara. Semasa hidupnya, almarhum dikenal mampu merangkul berbagai kalangan masyarakat melalui dakwahnya.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Darul Rahman, KH Syukron Ma’mun secara rutin mengisi forum pengajian tahunan di Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Kemampuan orasinya yang kuat menjadikan dakwah almarhum dikenal luas di kalangan umat Islam.

Almarhum merupakan lulusan Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Pesantren Sidogiri. Pesantren Darul Rahman yang didirikannya pada 1975 juga telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang.

Selain aktif dalam kegiatan dakwah dan pendidikan Islam, KH Syukron Ma’mun turut berperan dalam organisasi keagamaan dan politik. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP pada periode 2011–2014 dan 2014–2019. Almarhum juga mengemban amanah sebagai Ketua Forum Ulama dan Habaib (FUHAB), organisasi yang mendorong persatuan ulama, habaib, dan para pendakwah.

Bagi Romahurmuziy, KH Syukron Ma’mun merupakan sosok ulama senior yang menjadi tempat berkonsultasi, terutama ketika menghadapi sejumlah keputusan penting dalam perjalanan politik PPP.

Konsultasi tersebut, menurut Romahurmuziy, antara lain berkaitan dengan pemilihan presiden (pilpres), pemilihan kepala daerah (pilkada), serta persoalan dugaan penodaan agama di DKI Jakarta menjelang 2018.

Pertemuan terakhir Romahurmuziy dengan almarhum berlangsung dalam peringatan 50 tahun Pondok Pesantren Darul Rahman pada 25 Oktober 2025 di Sentul International Convention Center (SICC), Sentul, Jawa Barat.

Kepergian KH Syukron Ma’mun menjadi duka bagi keluarga besar PPP dan kalangan umat Islam yang mengenal kiprah, keteladanan, serta perjalanan dakwahnya. Sosoknya dikenang sebagai ulama yang mendedikasikan hidup untuk pendidikan pesantren, persatuan umat, dan dakwah yang merangkul berbagai lapisan masyarakat.