Naradaily-Film drama komedi “Bapak Paling Jujur” garapan sutradara Fajar Nugros akan tayang di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Film yang diproduksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope tersebut mengangkat tema kejujuran sebagai harapan bersama, sekaligus menghadirkan cerita yang disesuaikan dengan konteks masyarakat Indonesia.

Fajar Nugros mengatakan film tersebut tidak ditujukan untuk menyinggung pihak tertentu, melainkan menghadirkan cerita yang dinilai memiliki keterkaitan dengan situasi sosial saat ini.

“Kami yang membuat film ini tuh enggak serta-merta kita mau ngomong nih kita juga orang jujur nih, gitu juga enggak. Kita juga sedang belajar. Jadi memang berat ternyata jujur,” ujar Fajar saat temu media seusai pratayang film tersebut di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Ia berharap film itu tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi pembelajaran bagi penonton untuk lebih jujur kepada diri sendiri.

“Jadi hopefully ya jadi pembelajaran, jadi enggak sekadar hiburan aja sih gitu. Mungkin sekarang orang juga sedang berhitung, apa ya yang yang bikin mereka bisa menggerakkan ke bioskop, ya harapan akan kejujuran itu. Harapannya setelah selesai nonton mereka bisa jujur pada diri sendiri,” tutur Fajar.

Dalam pengembangan film, Fajar berdiskusi dengan David Nurbianto selaku konsultan komedi untuk memastikan unsur humor sesuai dengan cerita sekaligus mempertimbangkan risiko dari materi yang diangkat.

Ia juga mempertimbangkan berbagai risiko dari cerita yang diangkat, memastikan materinya tidak menyinggung atau merugikan pihak tertentu.

“Jadi hopefully itu hanya bumbu-bumbu aja, tapi tapi poinnya adalah jujur itu penting dan jujur itu mulai harus dicoba dari sekarang,” imbuh dia.

David mengatakan unsur komedi dalam film tersebut, termasuk bagian yang menyerupai gaya komedi tunggal, berangkat dari keresahan dan bukan kebencian.

Menurut dia, materi komedi disusun melalui proses pembacaan naskah dan pengujian agar keresahan yang disampaikan dapat dirasakan oleh penonton secara lebih luas.

“Makanya tadi reading, kita coba ‘apakah ini hanya asumsi gua? Eh enggak kok di juga ngerasain’. Nah itu yang kita belain. Kalau hanya mewakili satu perasaan-perasaan gua aja, itu enggak akan kita masukin karena berarti gak semua orang relate,” ujar David.

“Bapak Paling Jujur” berkisah tentang Jonas Prakoso, seorang calon gubernur yang terbiasa membangun citra dan menjaga setiap ucapan yang disampaikannya kepada publik.

Kehidupan Jonas berubah setelah kutukan dari neneknya membuat dia kehilangan kemampuan untuk berbohong. Namun, persoalannya tidak berhenti pada ketidakmampuan menyampaikan kebohongan.

Jonas juga kehilangan penyaring sehingga berbagai hal yang ada dalam pikirannya dapat langsung terucap, termasuk sesuatu yang semestinya disimpan atau disampaikan dengan cara yang lebih tepat.

Kondisi tersebut kemudian menimbulkan berbagai konsekuensi dalam kampanye, pekerjaan, hubungan keluarga, hingga kehidupan pribadinya.

Premis film tersebut sebelumnya hadir dalam film Brasil “O Candidato Honesto” yang dirilis pada 2014 dan film Korea Selatan “Honest Candidate” pada 2020.

Versi Indonesia membawa premis tersebut ke dalam karakter, situasi, dan humor yang disesuaikan dengan konteks penonton Indonesia.

Film “Bapak Paling Jujur” dibintangi antara lain oleh Andovi da Lopez, Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina (CeritaIbun), dan Mieke Shahir. (kom)