Naradaily-Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al-Sattari mengatakan bahwa dukungan Indonesia menjadi salah satu faktor yang terus menguatkan bangsa Palestina untuk bertahan dan memperjuangkan kemerdekaan di tengah agresi Israel.

“Tanpa dukungan bangsa dan Pemerintah Indonesia, Palestina tidak mungkin berdiri kokoh memperjuangkan kemerdekaan mereka,” kata Dubes Al-Sattari usai mengikuti kegiatan “Solidarity Run for Palestine” yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/10/2026).

Al-Sattari menjelaskan, setelah meluluhlantakkan Jalur Gaza, Israel bersama para pemukim ilegal kini justru meningkatkan serangan di wilayah Tepi Barat. Serangan militer Israel dan aksi para pemukim ilegal tersebut telah menimbulkan semakin banyak korban jiwa.

Selain itu, rangkaian serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan lebih dari 10 ribu rumah di wilayah Tepi Barat, kata Al-Sattari.

Menurutnya, kekejian Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang terus berlangsung membuat dukungan Indonesia dan masyarakat dunia terhadap Palestina semakin kuat dan mencapai tingkat tertinggi.

“Sebaliknya, kecenderungannya saat ini menunjukkan bahwa negara yang paling dibenci di dunia adalah Israel,” tegasnya.

Dia juga meyakini bahwa selama momentum dukungan dari Indonesia dan komunitas internasional terus terjaga, penjajahan Israel akan segera berakhir dan rakyat Palestina dapat segera mewujudkan kemerdekaannya.

Dalam kesempatan tersebut, Al-Sattari turut menyampaikan apresiasi atas luasnya dukungan terhadap Palestina yang ditunjukkan berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Dukungan tersebut datang dari pimpinan politik, masyarakat umum, hingga berbagai kelompok sosial.

“Dari mata anak-anak Palestina terpancar optimisme kemerdekaan dan pembebasan Masjid Al Aqsa,” kata dia.

Al-Sattari berharap, setelah Palestina berhasil meraih kemerdekaan, masyarakat Indonesia dapat berkunjung dan melaksanakan ibadah dengan leluasa di Masjid Al-Aqsa.

Dukungan terhadap Palestina juga terlihat dalam kegiatan “Solidarity Run for Palestine” yang diikuti sekitar 1.500 peserta pada Minggu pagi. Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Bulan Solidaritas Palestina (BSP).

Rangkaian kegiatan Bulan Solidaritas Palestina selanjutnya akan dilanjutkan dengan Summit for Palestine pada 14-15 November dan diskusi jurnalisme pada 19 November.

Agenda lainnya meliputi Festival Baitul Maqdis, Simposium Anti-Zionis, serta Long March Cinta Al-Aqsa yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 November.

Rangkaian kegiatan tersebut akan diakhiri di Masjid Istiqlal, Jakarta, sekaligus menjadi penutup Bulan Solidaritas Palestina 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.