Naradaily–Berkala lakukan uji sampel air di sungai-sungai sekitar site tambang, PT Abadi Ogan Cemerlang (AOC) menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Foreman Environment PT AOC, Rifqi Wahyudi, menjelaskan bahwa perusahaan secara aktif melakukan langkah preventif dan transparan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak dalam proses pemeriksaan.

”Bersama-sama dengan pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) OKU, UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah OKU, perwakilan TNI/Polri, serta berbagai ormas lingkungan yang ada di OKU, salah satunya Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPLI) kami terakhir melakukan uji sampel air di Sungai Ogan pada 13 Agustus lalu, jadi belum lama ini ya,” jelas Rifqi. Tidak sebatas uji sampel air, pihak terkait juga secara seksama menelusuri aliran limbah yang sempat diduga mencemari sungai di sekitar tambang batubara, dimulai sejak di kolam terakhir IPAL sebelum dibuang ke sungai/anak sungai.

“Pengambilan sampel air juga dilakukan di tiga titik Sungai Landtipe, dua titik di Sungai Ogan. Setelah itu, semua sampel air dikirim ke UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan sehari kemudian, pada 14 Agustus 2025,” terangnya lagi.

AOC melakukan langkah preventif, berkoordinasi dengan DLH dan ormas lingkungan, dan terbukti tidak mencemari. Hal tersebut berdasarkan hasil Sertifikasi Hasil Uji yang diterbitkan pada 27 Agustus 2025 diperoleh hasil, bahwa baik di Sungai Landtipe maupun Sungai Ogan, semua parameter menunjukkan tidak adanya pencemaran sungai.

”Semua komponen hasil uji sampel air di dua sungai tersebut semuanya masih jauh dibawah baku mutu. Seperti pH, TDS, TSS, Besi, Mangan, Sulfat, hingga tingkat kekeruhan dan warna, tidak terdeteksi adanya pencemaran limbah dari aktivitas batubara kami,” tegas Rifqi.

Rifqi kembali menegaskan, bahwa PT AOC memiliki prosedur baku (SOP) yang ketat terkait pengelolaan limbah dan pengujian kualitas lingkungan. “SOP untuk pengujian sampel limbah dan lingkungan dilakukan berkala tiap bulan. SOP sudah sesuai standar AMDAL. Kami di tim HSE berkomitmen agar pengelolaan lingkungan dilakukan lebih baik dan konsisten, sehingga tidak berdampak buruk terhadap alam sekitar,” jaminnya.

Kepala Departemen Kehumasan PT AOC Catur Tunggal juga memastikan, bahwa hasil pengecekan dari hulu Sungai Landtipe hingga aliran terakhir Sungai Ogan semuanya masih normal. Ia bahkan menambahkan, bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah pembersihan dan perbaikan lingkungan bersama tim HSE dan produksi.

“Kami melakukan pembersihan batang-batang kayu yang berpotensi menyumbat jembatan dan menghambat aliran air. Semua dilakukan agar kondisi sungai tetap aman dan bersih,” ungkapnya.

Dengan adanya temuan hasil uji lab terpercaya itu, otomatis, menepis isu dugaan pencemaran limbah yang sempat berkembang di masyarakat. Termasuk, mematahkan tudingan dari Gerakan Peduli Ogan Komering Ulu (OKU) Raya yang sempat menyoroti dugaan pencemaran lingkungan oleh PT AOC yang mereka lakukan pada Oktober lalu, atau setelah hasil sertifikasi sudah menyatakan tidak adanya pencemaran limbah di sungai sekitar site tambang AOC.

Dengan langkah-langkah konkret dan keterlibatan aktif berbagai pihak, PT AOC membuktikan keseriusannya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat kepercayaan publik terhadap praktik industri yang bertanggung jawab. (sic/kom)