Naradaily-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ulama, pondok pesantren, dan para umara merupakan pilar utama yang menjaga kekuatan Jawa Timur. Hal tersebut ia sampaikan dalam keterangannya di Surabaya, Jumat, saat berbicara di hadapan para ustadz, ustadzah, dan guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) An-Nahdliyah Langitan.

Khofifah menyatakan bahwa para pengajar Al Quran memiliki kontribusi besar bagi kekuatan dunia dan akhirat. Ia menyebut Jawa Timur beruntung karena sejak lama dikuatkan oleh pesantren serta para ulama yang menjadi fondasi kehidupan religius dan sosial masyarakat.

Menurutnya, penjagaan terhadap Jawa Timur dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melalui keberkahan Al Quran. Ia menegaskan bahwa manusia terbaik adalah mereka yang mempelajari dan mengajarkan Al Quran, dan para pengajar TPQ telah berada pada jalan tersebut.

Khofifah juga menyoroti posisi penting Pondok Pesantren Langitan sebagai pusat pendidikan pesantren di Jawa Timur. Ia mengingatkan bahwa Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, sering menjadikan KH Abdullah Faqih—pengasuh generasi keenam pesantren tersebut—sebagai rujukan dalam berbagai urusan kebangsaan, kenegaraan, dan keumatan.

Ia mengenang bagaimana Gus Dur kerap menyebut Kiai Khos sebagai sosok sentral dalam penyelesaian berbagai masalah. Menurutnya, banyak masyarakat merindukan figur ulama tersebut yang selama hidup menjadi sumber rujukan dan kebijaksanaan.

Khofifah juga mengisahkan pernyataan ulama terkemuka Universitas Al-Azhar Mesir, Syaikh Muhammad Abdusshomad Mehanna, yang menyebut Jawa Timur sebagai wilayah penuh cahaya dan keberkahan. Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Khofifah saat kunjungan sang ulama ke Jawa Timur.

Menutup pesannya, mantan Menteri Sosial tersebut mengajak masyarakat terus mendoakan para ulama agar tetap menjadi pilar penguat Islam dan kehidupan masyarakat di Jawa Timur. Ia berharap proses pembangunan di provinsi tersebut mendapat kemudahan serta mendatangkan manfaat lebih besar bagi seluruh warga. (kom)