Naradaily-Jenazah pelatih Valencia FC yang menjadi korban kapal karam KM Putri Sakinah di Labuan Bajo ditemukan, Minggu (4/1/2026). Memasuki hari ke-10, Tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah WNA Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya kapal Putri Sakinah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT pekan lalu.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SMC (SAR Mission Coordinator) Fathur Rahman menjelaskan, penemuan korban itu dilakukan setelah tim SAR menyisir di Pulau-pulau terdekat yang menjadi lokasi tenggelamnya kapal. “Tim SAR gabungan menurunkan sonar serta melakukan penyelaman untuk mencari para korban yang tenggelam,” jelasnya, dikutip Senin (5/1/2026).
Dengan penemuan ini, maka sudah dua korban tenggelam yang ditemukan oleh tim SAR gabungan. Setelah sebelumnya pekan lalu seorang anak berusia 12 tahun ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur Kombes Pol Henry Novika Chandra di Kupang, mengatakan hasil identifikasi oleh tim DVI Polres Manggarai Barat menyatakan bahwa korban yang ditemukan adalah pelatih Valencia FC Fernando Martin Carreras. “Ya betul. Jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan warga negara Spanyol,” imbuhnya.
Jenazah ditemukan pada pukul 08.47 WITA oleh Tim RIB KPJ 2007 milik Ditpolair Polda NTT. Lokasi penemuan berada pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E dengan jarak sekitar 1,13 nautical mile dari lokasi kejadian kapal karam (LKK).
“Tepat Pukul 08.47 Wita pagi tadi Tim SAR Gabungan menemukan satu jenazah diduga korban KM Putri Sakinah pada koordinat 8°36’32.58″S – 119°36’32.22″E dan jarak penemuan korban dari LKK sejauh 1.13 Nautical Mile oleh Tim RIB KPJ 2007 (Ditpolair Polda NTT),’’ujarnya. Korban dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa menuju ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo dan akan diidentifikasi oleh tim forensik DVI Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo.
Selanjutnya, jenazah dievakuasi menuju KN SAR Puntadewa untuk dibawa ke Pelabuhan Marina Labuan Bajo. Proses identifikasi akan dilakukan oleh tim forensik Disaster Victim Identification (DVI) Polres Manggarai Barat di RSUD Komodo. Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan melibatkan sekitar 160 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas Maumere, Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Polairud, TNI AL.
Selanjutnya TNI AD, Balai Taman Nasional Komodo, BPBD Manggarai Barat, Imigrasi, unsur relawan, komunitas penyelam profesional, operator kapal wisata, hingga media nasional. Selain personel, operasi SAR juga didukung oleh 18 unit alat utama (alut) laut, di antaranya KN SAR Puntadewa, kapal patroli Polairud dan KSOP, RIB, sea rider, serta berbagai speed boat.
Pencarian turut diperkuat dengan peralatan SAR modern seperti drone thermal, sonar dua dimensi dan multibeam sonar, peralatan selam, sistem komunikasi satelit Starlink, hingga underwater drone. ‘’Saat ini, Tim SAR Gabungan masih terus melanjutkan operasi pencarian terhadap korban lainnya dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas pencarian di wilayah perairan Pulau Padar dan sekitarnya,’’pungkasnya.
Sebelumnya, kecelakaan laut menimpa kapal motor Putri Sakinah yang mengangkut wisatawan di perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kapal pinisi itu membawa 11 penumpang yang terdiri dari enam wisatawan mancanegara asal Spanyol, satu orang pemandu wisata, serta empat orang kru kapal.
Dari total 11 orang yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan. Sedangkan empat orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. (sic)