Naradaily-Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan panen raya sekaligus mengumumkan capaian swasembada beras selama satu tahun terakhir di Karawang, Jawa Barat, hari ini. Prasetyo menegaskan bahwa momen tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tidak lagi mengimpor beras sepanjang tahun 2025 dan telah berhasil mencapai swasembada karbohidrat nasional, khususnya beras.

“Agendanya sebenarnya semacam penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras. Belum swasembada pangan karena pangan terdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat dalam hal ini beras. Artinya, swasembada kita 2025 sudah tidak impor beras lagi,” kata Prasetyo selepas retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026) malam.

Ia menjelaskan bahwa capaian swasembada beras menjadi pondasi menuju target yang lebih besar, yakni swasembada pangan secara menyeluruh. Meski cadangan beras di Bulog saat ini menjadi yang terbesar dalam sejarah, pemerintah tetap mewaspadai potensi penurunan produksi akibat cuaca dan iklim.

Untuk menjaga keberlanjutan produksi, pemerintah fokus pada sejumlah faktor krusial seperti ketersediaan pupuk, perbaikan irigasi, intensifikasi pertanian, serta pengembangan benih sesuai karakteristik wilayah. “Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog, di tangan pemerintah,” ujar Prasetyo.

Ia menyebut bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan pemerintah untuk mengejar swasembada berbagai komoditas strategis lainnya seperti jagung, bawang, dan protein. Dalam retret Kabinet Merah Putih, Presiden juga menekankan percepatan pembangunan sektor perikanan melalui pengembangan kampung nelayan dan pembangunan sekitar 1.582 kapal tangkap ikan.

Selain itu, pemerintah turut mendorong pengembangan budidaya ikan darat yang hasilnya akan diserap oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Jadi, selain kita pinginnya swasembada pangan, karbohidrat, kita juga protein, termasuk kebutuhan telur. MBG kalau nanti semua sudah berjalan tadi targetnya di bulan Mei kita sudah bisa mencapai 82 juta penerima,” jelasnya. (kom)