Naradaily-Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Aceh guna memastikan percepatan pemulihan sektor pangan, khususnya pada tambak perikanan budi daya dan lahan pertanian yang mengalami kerusakan akibat bencana. Peninjauan tersebut dilakukan di Desa Buangan, Kecamatan Meurah Dua, Aceh, Kamis (8/1/2026).

Dalam kunjungan itu, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta Menteri Perdagangan Budi Santoso. Kunjungan lapangan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan langkah pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Pemulihan sektor pangan menjadi prioritas, termasuk revitalisasi sawah terdampak bencana melalui perbaikan irigasi dan pembersihan endapan lumpur,” kata Zulhas berdasarkan keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Berdasarkan data lapangan, Zulhas menyebut total lahan tambak udang dan bandeng yang terdampak banjir di wilayah tersebut mencapai lebih dari 30.000 hektare dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Pemerintah mendorong pemulihan fisik tambak melalui perbaikan infrastruktur dasar agar kegiatan budi daya perikanan dapat segera kembali dilakukan oleh masyarakat.

Selain sektor perikanan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pemulihan lahan pertanian. Zulhas menekankan pentingnya revitalisasi sawah terdampak banjir melalui perbaikan jaringan irigasi serta pembersihan endapan lumpur agar lahan pertanian kembali produktif dan mendukung ketahanan pangan.

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas menyampaikan bahwa pemerintah akan memperjuangkan penyaluran jaminan hidup bagi warga terdampak banjir guna menjaga keberlangsungan hidup masyarakat selama masa pemulihan. Pemerintah juga akan mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

Masih dalam rangkaian kunjungan tersebut, Menko Pangan meninjau rehabilitasi pasar serta posko bencana banjir di Pidie Jaya sebagai bagian dari upaya pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat. Kementerian Perdagangan melalui program Kemendag Peduli turut menyalurkan bantuan senilai Rp450 juta kepada masyarakat terdampak banjir di Aceh.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang selama masa pemulihan. Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan pascabanjir di Aceh dilakukan secara terpadu lintas sektor untuk menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak. (kom)