Naradaily–Perjalanan Inter Milan di Liga Champions musim ini harus terhenti lebih cepat. Nerazzurri tersingkir pada babak playoff fase gugur setelah kalah 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (25/2/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut membuat Inter kalah agregat 2-5.

Kegagalan ini menjadi langkah mundur bagi klub berjuluk Si Ular Besar. Musim lalu mereka mampu melaju hingga partai final, sementara terakhir kali Inter gagal menembus babak 16 besar terjadi pada musim 2020/2021.

Pada format baru Liga Champions, Inter harus melewati jalur playoff karena finis di peringkat kesembilan fase liga dengan koleksi 15 poin. Raihan itu hanya terpaut satu angka dari posisi delapan besar yang berhak lolos otomatis ke babak 16 besar.

Gelandang Inter Nicolo Barella menilai ada satu pertandingan yang sangat menentukan perjalanan timnya. Ia menyoroti kekalahan 0-1 dari Liverpool pada matchday keenam sebagai momen krusial yang memengaruhi posisi akhir Inter di klasemen fase liga.

Barella merujuk pada gol penalti Dominik Szoboszlai pada menit ke-90. Penalti diberikan setelah wasit meninjau VAR dan menilai Alessandro Bastoni melanggar Florian Wirtz di kotak terlarang, keputusan yang sempat diprotes kubu Inter karena dinilai terjadi kontak minimal.

“Kami kecewa karena selalu ingin bersaing di setiap kompetisi. Detail kecil bisa membuat perbedaan besar,” ujar Barella kepada media Italia.

Tersingkir dari Liga Champions membuat peluang trofi Inter musim ini kini bertumpu pada kompetisi domestik. Tim asuhan Cristian Chivu masih memimpin klasemen Serie A dengan keunggulan 10 poin dan akan menghadapi Como pada semifinal Coppa Italia. (M.Fikhar Zakaria)