Naradaily-Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh apabila rakyat Indonesia mengalami kelaparan karena telah disumpah sebagai kepala negara sekaligus mandataris kedaulatan rakyat.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

“Saya sebagai Presiden yang bertanggung jawab, mandataris kedaulatan rakyat. Saya yang disumpah, saya yang bertanggung jawab. Kalau bangsa ini lapar, saya yang bertanggung jawab,” tegas Prabowo.

Ia menekankan tidak ada pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban jika bangsa mengalami kelaparan selain dirinya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan dirinya telah menugaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta jajaran untuk mewujudkan swasembada pangan dalam waktu empat tahun. Namun, menurutnya, target tersebut berpotensi tercapai lebih cepat, yakni dalam satu tahun.

Prabowo turut mengapresiasi kinerja Amran di sektor pertanian. Ia mengaku awalnya tidak mengenal Amran secara dekat, namun berubah pandangan setelah berdiskusi langsung.

“Saya tidak pernah kenal beliau. Saya tanya dua-tiga pertanyaan, ternyata orang ini oke pemikirannya. Kemudian saya usulkan ke Pak Jokowi, beliau ditarik kembali jadi Menteri Pertanian. The rest is history. Beliau akhirnya berjuang karena menguasai masalah,” kata Prabowo.

Menurut dia, Amran memahami persoalan pertanian karena memiliki pengalaman sebagai Menteri Pertanian, pelaku usaha pertanian, serta berasal dari keluarga petani.

Selain membahas swasembada pangan, Prabowo juga menyoroti pandangan bangsa asing terhadap Indonesia yang selama ini dianggap sebagai “the soft state”.

Ia menilai masih banyak pemimpin, pejabat, tokoh, pakar, hingga pelaku usaha di dalam negeri yang memiliki rasa rendah diri dan lebih mengagungkan hal-hal dari luar negeri dibanding kemampuan bangsa sendiri.

“Kita berprestasi, kita dihina, kita swasembada pangan. Perjuangan yang tidak ringan. Kita negara ratusan juta, 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan,” ujar Prabowo. (kom)