Naradaily-Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat pembentukan Jakarta Film Commission (JFC) sebagai instrumen baru untuk memperkuat ekosistem perfilman sekaligus industri kreatif di Ibu Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, lembaga tersebut sedang disiapkan sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri sinema nasional.

Komitmen itu disampaikan Rano saat menghadiri pemutaran film horor Badut Gendong produksi Magma Entertainment di XXI Pondok Indah Mall 2, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kemarin. “Inilah yang sedang kita desain. Mudah-mudahan setelah Jakarta Film Commission terwujud secara matang, kita bisa bekerja sama lebih besar lagi untuk mendukung lahirnya film-film berkualitas di Jakarta,” harapnya.

Menurutnya, pembentukan JFC menjadi bagian dari arah baru pembangunan Jakarta yang tidak lagi bertumpu pada fungsi administratif semata, melainkan penguatan sektor budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif. “Kehadiran logo Jakarta serta rangkaian perayaan hari ulang tahun kota dalam kegiatan pemutaran film dinilai sebagai simbol perubahan orientasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rano juga menyoroti pentingnya regenerasi di industri perfilman nasional. Dia mengapresiasi sutradara Charles Gozali dan produser Linda Gozali yang dinilai mampu melanjutkan jejak almarhum Hendrick Gozali sebagai salah satu produser legendaris perfilman Indonesia.

“Di dunia perfilman, regenerasi keluarga membawa beban nama besar yang tidak ringan, tetapi mereka mampu membuktikannya,” ujar Rano. Ia mengaku melihat keberlanjutan pelaku industri film sebagai faktor penting untuk menjaga kualitas perfilman nasional di tengah pertumbuhan produksi film dalam beberapa tahun terakhir.

“JFC nantinya dapat menjadi jembatan untuk memperluas dukungan pemerintah terhadap produksi film di Jakarta, termasuk promosi lokasi, kemudahan perizinan, dan pengembangan jejaring industri kreatif,” tandasnya. (sic)